Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
LIFESTYLE

Buka Puasa Tetap Sehat, Ahli GiziSarankan Cukup Satu Porsi Manis, Jangan Berlebihan

×

Buka Puasa Tetap Sehat, Ahli GiziSarankan Cukup Satu Porsi Manis, Jangan Berlebihan

Sebarkan artikel ini
toplegal

TOPMEDIA – Seorang ahli gizi dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, Luthfianti Diana Mauludiyah, menyarankan masyarakat untuk lebih bijak dalam mengonsumsi makanan manis saat berbuka puasa. Menurutnya, keinginan menyantap hidangan manis setelah seharian berpuasa memang wajar, namun porsinya sebaiknya dibatasi.

Ia menekankan, jika ingin menikmati makanan atau minuman manis ketika berbuka, cukup satu porsi kecil saja. Tidak perlu menambah asupan manis lagi saat sahur. Selain membatasi jumlah, frekuensi konsumsi juga perlu diperhatikan. Makanan manis sebaiknya tidak dikonsumsi setiap hari dalam jumlah besar agar tetap aman bagi kesehatan.

HALAL BERKAH

Secara fisiologis, tubuh memang memerlukan asupan gula setelah berpuasa sekitar 12 hingga 14 jam. Selama periode tersebut, kadar gula darah menurun sehingga tubuh membutuhkan sumber energi yang cepat diserap. Gula sederhana mampu menaikkan kadar glukosa darah dengan cepat. Namun, lonjakan gula darah yang terlalu tinggi bisa memicu peningkatan hormon insulin secara drastis. Akibatnya, kadar gula darah dapat turun kembali dengan cepat sehingga menimbulkan rasa lapar, mengantuk, bahkan lemas dalam waktu singkat.

Baca Juga:  Ariana Grande Ungkap Tur 2026 Mungkin Jadi yang Terakhir dalam Waktu Lama

Luthfianti juga mengingatkan soal batas konsumsi gula harian. Mengacu pada anjuran World Health Organization (WHO), asupan gula tambahan sebaiknya tidak melebihi 10 persen dari total kebutuhan energi harian, dan akan lebih baik jika dibatasi hingga di bawah 5 persen. Pada orang dewasa dengan kebutuhan energi sekitar 2.000 kilokalori per hari, batas 10 persen setara dengan kurang lebih 50 gram gula, sedangkan 5 persen sekitar 25 gram per hari.

Di Indonesia, anjuran praktis dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga menetapkan batas konsumsi gula sekitar 50 gram atau kurang lebih empat sendok makan per hari.

Sebagai pilihan yang lebih sehat, ia menyarankan untuk mengutamakan rasa manis alami dari buah utuh dibandingkan minuman bersirup, es buah dengan tambahan gula, teh manis yang terlalu pekat, atau kolak yang mengandung santan dan gula dalam jumlah tinggi. Dengan pengaturan yang tepat, kebutuhan energi saat berbuka tetap terpenuhi tanpa mengorbankan kesehatan. (*)

TEMANISHA.COM