Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
ECONOMY & FINANCE

Antisipasi Naiknya Permintaan Jelang Lebaran, Bulog Tambah Stok Minyakita

×

Antisipasi Naiknya Permintaan Jelang Lebaran, Bulog Tambah Stok Minyakita

Sebarkan artikel ini
Perum Bulog menyiapkan tambahan stok Minyakita hingga 70 ribu kiloliter menjelang Lebaran 2026. (Foto: Dok. Kemendag)
toplegal

TOPMEDIA – Menjelang Ramadan dan Lebaran 2026, pemerintah melalui Perum Bulog memastikan ketersediaan minyak goreng rakyat Minyakita dengan menambah stok hingga 70 ribu kiloliter (KL).

Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan pasokan tetap aman di tengah lonjakan kebutuhan masyarakat.

HALAL BERKAH

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa penambahan stok merupakan bentuk antisipasi menghadapi periode konsumsi tinggi.

“Untuk Minyakita sampai saat ini per bulan kita siapkan 30 ribu kiloliter. Bahkan khusus menjelang Lebaran ini kami stokkan sampai 70 ribu kiloliter untuk mengantisipasi masyarakat menghadapi Ramadan dan Lebaran 2026,” ujarnya saat meninjau Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (20/2/2026).

Baca Juga:  Makroekonomi Stabil, IMF Proyeksikan Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,1% di  2026

Rizal menambahkan, pemerintah melalui Bulog, ID Food, dan PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) kini mendapat alokasi Domestic Market Obligation (DMO) sebesar 35 persen dari total produksi nasional untuk menyalurkan Minyakita langsung ke pasar.

Mekanisme Distribusi Baru

Untuk menekan potensi kenaikan harga, distribusi Minyakita tidak lagi melalui jalur distributor. “Tidak ada lagi nanti pendistribusian melalui distributor. Tapi dari Bulog, ID Food, dan Agrinas Palma langsung ke pengecer-pengecer pasar, khususnya di pasar SP2KP. Harga ecerannya Rp 15.700 dan dijual dari gudang Bulog Rp 14.500,” jelas Rizal.

Bulog juga telah menginstruksikan seluruh kantor wilayah dan cabang untuk menyalurkan Minyakita sejak awal tahun. Skema distribusi ini diharapkan membuat pasokan lebih merata dan transparan.

Baca Juga:  Kata Gubernur BI, Rupiah Melemah Ada Faktor Keresahan Pasar Soal Suksesi Deputi BI

Meski pemerintah menegaskan stok aman, sejumlah pedagang di Pasar Jatinegara mengaku pasokan Minyakita masih terbatas.

“Barangnya sering kosong, kadang lebih banyak dari swasta. Tapi harga tetap ikut aturan pemerintah,” kata salah satu pedagang.

Di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, harga Minyakita terpantau berkisar Rp 15 ribu hingga Rp 17 ribu per liter, tergantung ukuran kemasan dan kebijakan toko. Pemerintah mewajibkan penggunaan banner HET agar konsumen mengetahui harga resmi. (*)

TEMANISHA.COM