Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
INTERNATIONAL

Mengenal Sejarah Tembok Ratapan di Yerusalem

×

Mengenal Sejarah Tembok Ratapan di Yerusalem

Sebarkan artikel ini
Tembok Ratapan di Yerusalem. (Foto: Wikipedia)
toplegal

TOPMEDIA – Ramai diberitakan dan menjadi viral fenomena ‘tembok ratapan’ di rumah Presiden ke- Joko Widodo (Jokowi) setelah di Google Maps tag-nya diubah menjadi ‘Tembok Ratapan Solo’. Padahal, Tembok Ratapan yang asli ada di Yerusalem.

Tembok Ratapan yang asli ada di Yerusalem. Nama ini mengingatkan sebuah tempat suci yang digunakan untuk berdoa bagi umat Yahudi yang berlokasi di Yerusalem.

HALAL BERKAH

Lokasi ini merupakan sebuah tempat yang dianggap suci dan sakral bagi orang-orang Yahudi. Sebab, Tembok Ratapan menjadi tempat untuk mereka menyampaikan doa-doa maupun sekadar berkunjung dalam aspek perjalanan spiritual.

Tembok itu masih berdiri kokoh hingga saat ini, siapa sangka kalau ternyata bangunan Tembok Ratapan sudah ada ratusan tahun yang lalu.

Bahkan sejarah Tembok Ratapan tidak hanya berkaitan dengan keyakinan orang Yahudi saja, tapi juga tidak terlepas dari sejarah umat Islam itu sendiri.

Baca Juga:  Tersangka Pencurian Besar Permata Mahkota di Louvre Ditangkap, Satu Dicegat di Bandara

Sejarah Tembok Ratapan

Dijelaskan dalam Britannica, Tembok Ratapan adalah sisa tembok penahan yang mengelilingi Bukit Bait Suci. Berdasarkan sejarah dan juga penelitian arkeologi, Tembok Ratapan keasliannya telah ada sekitar abad ke-2 SM.

Memiliki panjang kisaran 50 meter dengan tinggi sekitar 20 meter. Disebut sebagai Tembok Ratapan, karena orang-orang Yahudi kerap meratap di lokasi tersebut. Awalnya, mereka meratapi kehancuran Bait Suci dan berdoa untuk bertujuan agar segera pulih.

Seiring waktu, ratapan-ratapan tersebut terus berlangsung dan menjadi sebuah kebiasaan. Hal serupa juga dijelaskan dalam laman Ebsco, Tembok Ratapan adalah bagian terakhir yang tersisa dari kuil kedua di Bukit Bait Suci.

Bagi orang Yahudi Modern Tembok Ratapan sengaja dikunjungi untuk memanjatkan doa. Saat Bait Suci Kedua berdiri, bangsa Romawi menghancurkannya di tahun 70 M.

Baca Juga:  Usai Kantongi Paspor Perancis, Perang Syaraf George Clooney dan Trump Terus Berlanjut

Dari sisa-sisa kehancuran itulah yang kemudian dinamakan sebagai Tembok Barat atau lebih populer disebut sebagai Tembok Ratapan.

Berawal sebagai Bait Suci Pertama dibangun sebagai sebuah situs keagamaan terpenting bagi kaum Yahudi. Pada saat itu, Bait Suci Pertama menjadi tempat bagi umat Yahudi melakukan banyak ritual keagamaan.

Ditulis dalam buku Rizem Aizid ‘Sejarah Lengkap Agama-agama Ibrahimi dari Masa ke Masa’ pembangunan ini disebut-sebut dilakukan oleh Raja Herodes. Di masa-masa awal, Bait Suci memiliki ukuran panjang 485 meter.

Setelah Bait Suci Pertama mengalami kehancuran, maka dibangunlah kembali Bait Suci Kedua. Sayangnya, Bait Suci Kedua juga mengalami kehancuran.

Bait Suci ini dibangun sebanyak dua kali. Bangsa Romawi menghancurkannya di tahun 70 M karena pada saat itu kaum Yahudi melakukan pemberontakan.

Sisa kehancuran Bait Suci Kedua ini kemudian dikenal sebagai Tembok Ratapan. Konon, saat bangsa Romawi menghancurkan Bait Suci Kedua, dinding luar dibiarkan masih berdiri begitu saja.

Baca Juga:  Donald Trump Gelar Turnamen UFC McGregor vs Chandler di Gedung Putih Rayakan Ultahnya ke-80

Tak diketahui alasan dari menyisakan sisa bangunan itu, tapi dengan adanya dinding penahan yang mengelilingi Bukit Bait Suci inilah menjadi awal mula Tembok Ratapan muncul.

Sementara itu, dalam laman The Kotel, disebut sebagai Tembok Barat karena lokasi ini adalah salah satu dari empat tembok penopang Bukit Bait Suci. Setelah kehancuran Bait Suci Kedua terjadi, tembok yang menghadap ke barat ini tetap utuh.

Dengan begitu, sisa bangunan inilah bangsa Yahudi masih memiliki tempat untuk mencari sumber inspirasi, mengungkapkan kerinduannya, dan juga memanjatkan doa terbaik. Termasuk dalam mengenang adanya Bait Suci yang kini menjadi salah satu situs warisan budaya setempat. (*)

TEMANISHA.COM