TOPMEDIA-Thomas Tuchel dipastikan tetap menukangi Timnas Inggris hingga Euro 2028 setelah menyepakati kontrak baru. Kepastian tersebut diumumkan langsung oleh Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) pada Kamis.
Pelatih berusia 52 tahun itu sebelumnya terikat kontrak selama 18 bulan hingga berakhirnya Piala Dunia musim panas ini.
Namun, FA membuka pembicaraan perpanjangan setelah Tuchel menyatakan minatnya untuk melanjutkan proyek bersama The Three Lions.
Sepanjang kariernya, Tuchel dikenal sebagai pelatih level klub dengan pengalaman di Paris Saint-Germain, Chelsea, dan Bayern Munich. Meski demikian, ia disebut menikmati dinamika sepak bola internasional.
Ritme kompetisi yang tidak terlalu padat memberinya kesempatan lebih banyak untuk menghabiskan waktu bersama keluarga di Jerman di sela-sela tugas tim nasional.
Di bawah kepemimpinan Tuchel, Inggris juga menunjukkan performa menjanjikan. Mereka sukses menyapu bersih delapan laga kualifikasi Piala Dunia tanpa kebobolan satu gol pun, sebuah catatan yang mempertegas stabilitas tim.
Pelatih asal Jerman itu dijadwalkan berada di Brussels pada Kamis untuk menghadiri undian fase grup UEFA Nations League.
Dengan perpanjangan kontrak ini, FA sekaligus menghindari spekulasi soal masa depan Tuchel dalam kompetisi tersebut yang akan dimulai pada musim gugur.
Kesepakatan baru ini memastikan Tuchel akan memimpin Inggris di Euro 2028 yang digelar di kandang sendiri.
Turnamen tersebut akan diselenggarakan bersama oleh Inggris, Skotlandia, Wales, dan Irlandia, dengan Wembley menjadi lokasi semifinal dan final.
“Saya sangat senang dan bangga bisa melanjutkan perjalanan bersama Inggris,” ujar Tuchel seperti dinukil dari ESPN. Ia mengaku menikmati setiap momen bekerja dengan para pemain dan staf, serta antusias membawa Inggris menghadapi tantangan Piala Dunia dan turnamen besar berikutnya.
FA disebut ingin menghindari ketidakpastian terkait posisi pelatih menjelang Piala Dunia, terlebih Tuchel secara terbuka menilai Inggris memiliki peluang untuk menjadi juara.
Di fase grup nanti, Inggris akan bersaing dengan Kroasia, Ghana, dan Panama.
Meski ada pandangan bahwa evaluasi kinerja Tuchel seharusnya menunggu hasil di turnamen besar, FA memilih bertindak cepat.
Langkah ini diambil untuk mencegah Inggris terseret dalam potensi perombakan pelatih elite yang kontraknya berakhir pada musim panas mendatang.



















