TOPMEDIA – Mesin Mercedes menjadi pusat perhatian pada awal sesi tes pramusim Formula 1 di Bahrain. Meskipun Prinsipal Tim Mercedes, Toto Wolff menegaskan bahwa Red Bull masih menjadi tolok ukur utama, situasi ini tidak mengubah fakta bahwa sejumlah rival tengah menyusun langkah untuk mendorong penyesuaian prosedur pemeriksaan rasio kompresi sebelum musim dimulai.
Para pesaing mendesak FIA agar mengubah metode pengujian. Saat ini, mesin Mercedes dinyatakan memenuhi batas rasio kompresi 16:1 dalam pengujian statis pada suhu ruang. Namun saat digunakan di lintasan, mesin tersebut disebut mampu mencapai rasio kompresi yang lebih tinggi.
Melihat semakin intensnya dorongan dari pabrikan lain untuk mengubah regulasi mesin sebelum GP Australia, Wolff menegaskan bahwa langkah tersebut akan berdampak merugikan seluruh tim pengguna mesin Mercedes.
Saat ini empat pabrikan lain, Ferrari, Red Bull Powertrains (RBPT), Audi, dan Honda dilaporkan tengah berdiskusi dengan FIA terkait kemungkinan perubahan regulasi mengenai isu rasio kompresi mesin Mercedes yang menjadi polemik di awal era regulasi baru.
Wolff menyatakan bahwa apabila regulasi memang diubah melalui prosedur yang benar, maka Mercedes akan menerimanya. Namun ia mengingatkan bahwa skenario terburuknya adalah seluruh tim pengguna mesin Mercedes akan terdampak dari sisi performa.
“Kalian membangun sebuah mesin sejak lama dan memimpin perolehan waktu. Jika kemudian diberitahu bahwa kalian tidak boleh menggunakannya sesuai cara mesin itu dikembangkan, tentu itu sangat merusak performa,” ujar Wolff.
Ia juga menegaskan bahwa selama proses pengembangan mesin, Mercedes selalu menjaga komunikasi intensif dengan FIA untuk memastikan seluruh keputusan teknis tetap berada dalam koridor regulasi.
“Selama proses mendesain mesin, kami selalu menjaga kedekatan dengan FIA dalam setiap keputusan yang dibuat. Itulah yang kami lakukan, dan kami memiliki jaminan bahwa apa yang kami lakukan masih berada dalam aturan,” tegasnya.
Sebelumnya, seperti halnya Prinsipal Tim Williams James Vowles, Wolff menekankan bahwa seluruh mesin Mercedes sepenuhnya legal. Namun, ia tidak lagi secara tegas menutup kemungkinan adanya intervensi dari FIA.
“Saya sedikit bingung dalam beberapa pekan terakhir bagaimana isu ini tiba-tiba mencuat. Sampai Jumat lalu, saya mendapat kesan bahwa tidak akan ada perubahan,” kata Wolff.
Ketika ditanya apakah ia merasa intervensi FIA mungkin segera terjadi, Wolff menjawab kepada sejumlah media, “Saya membaca sebuah artikel dari situs Italia yang mengatakan akan ada perubahan, jadi saya pikir seharusnya kami juga diberi tahu!”
Pernyataan itu disampaikan dengan nada bercanda, sikap Wolff di Bahrain menunjukkan keseriusan. Nada bicaranya berbeda dibanding saat peluncuran tim Mercedes, ketika ia sempat menyindir pabrikan lain agar “membereskan urusan mereka sendiri”.
Kini, ia bahkan mengakui bahwa Mercedes bisa berada dalam posisi sulit apabila pabrikan tim lain bersatu mendorong perubahan regulasi.
Meski demikian, Wolff belum bisa memastikan bagaimana nasib mesin Mercedes saat GP Australia nanti. Ia menyebut situasi di Formula 1 bisa berubah dengan cepat. “Angin bisa berubah tiba-tiba. Di dunia F1, segalanya bisa terjadi,” tutupnya. (*)



















