TOPMEDIA – Kontribusi entrepreneurship terhadap penyerapan tenaga kerja di Indonesia sepanjang 2025 menunjukkan hasil signifikan. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah tenaga kerja yang terserap mencapai 147,91 juta orang, dengan sektor wirausaha dan ekonomi kreatif menyumbang lebih dari 27 juta pekerja.
Angka ini menegaskan peran penting entrepreneurship dalam memperkuat pasar kerja dan menurunkan tingkat pengangguran di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyebutkan bahwa tiga sektor utama penyerap tenaga kerja terbesar adalah pertanian, perdagangan, dan industri pengolahan.
“Sektor pertanian menyerap 27,99 persen tenaga kerja nasional, perdagangan 18,67 persen, dan industri pengolahan juga menjadi kontributor besar. Namun, tren wirausaha di sektor kreatif dan digital menunjukkan pertumbuhan paling pesat sepanjang 2025,” ujarnya.
Selain itu, sektor ekonomi kreatif yang didominasi oleh entrepreneurship di bidang kuliner, fashion, kriya, serta aplikasi digital, berhasil menyerap lebih dari 27,4 juta tenaga kerja.
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa wirausaha menjadi motor penting dalam menciptakan lapangan kerja baru.
“Kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB nasional tembus Rp 1.500 triliun dan berhasil menyerap jutaan tenaga kerja, mayoritas anak muda. Ini bukti bahwa entrepreneurship menjadi tulang punggung penyerapan tenaga kerja,” katanya.
Sektor informal berbasis digital juga menjadi primadona. Platform daring, usaha mikro berbasis aplikasi, serta bisnis e-commerce memberikan peluang kerja baru bagi jutaan orang, terutama generasi muda yang adaptif terhadap teknologi.
Dengan kontribusi lebih dari 27 juta tenaga kerja, entrepreneurship terbukti menjadi salah satu pilar utama penyerapan tenaga kerja nasional sepanjang 2025. (*)



















