TOPMEDIA – Derasnya arus informasi membuat peradaban seseorang bertumbuh kembang berdasar kemampuan emosi dalam memfilternya.
Salah satunya yang terjadi pada seorang remaja di Kalimantan ini. Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengungkap siswa SMP Negeri 3 Sungai Raya, Kalimatan Barat melakuka aksi anarkisme di sekolahnya karena terinspirasi hal serupa di luar negeri.
Remaja tersebut diduga terinspirasi melakukan aksi kekerasan dari luar negeri. Siswa itu diduga terinspirasi sejumlah pelaku penembakan massal.
“Betul (terinspirasi aksi kekerasan di luar negeri),” kata Juru Bicara Densus 88 Polri, Kombes Mayndra, kepada wartawan, Rabu (4/2/2026).
Densus 88 menemukan tas hitam pelaku yang disitu terdapat nama-nama yang diduga menjadi inspirasi siswa tersebut melakukan aksi kekerasan.
Tas hitam milik remaja itu banyak bertuliskan nama antara lain Stephen Paddock dan Adam Peter Lanza, yang merupakan pelaku penembakan massal di Amerika Serikat.
Ada juga tagar TCC atau True Crime Community, yang kerap dikaitkan dengan simbol ekstrem kekerasan nihilistik.
Stephen Paddock merupakan pelaku penembakan massal di Las Vegas pada tahun 2017. Insiden ini termasuk penembakan paling mematikan dalam sejarah Amerika Serikat.
Kedua, ada nama Adam Peter Lanza yang merupakan pelaku penembakan Sandy Hook Elementary School pada 2012. Insiden itu menewaskan anak-anak usia sekolah dasar dan guru.
“Sering dijadikan simbol ekstrem kekerasan nihilistik,” ujar Mayndra.
Kondisi ini sangat miris dan memprihatinkan bagi pertumbuhan anak. Di sini fungsi pengawasan orang tua sangatlah diperlukan.
Selain itu dari pelaku, Densus 88 juga mengamankan tabung gas kecil, botol berisi bensin dan kain, petasan, hingga pisau. (*)



















