TOPMEDIA – Sekitar 70 persen Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Indonesia saat ini telah dikelola oleh pihak swasta.
Perusahaan Listrik Negara (PLN) menilai bahwa hal ini sebagai indikator positif bahwa pengembangan infrastruktur kendaraan listrik nasional mulai bergerak menuju kemandirian ekosistem.
EVP Pengembangan Produk Niaga PLN, Ririn Rachmawardini, menyampaikan bahwa dominasi swasta dalam pengelolaan SPKLU mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelaku usaha terhadap prospek kendaraan listrik di Indonesia.
“Sekarang ini sekitar 70 persen charger kita itu sudah melalui skema kemitraan,” ujarnya dikutip, Selasa (3/2/2026).
Ririn menjelaskan bahwa pada fase awal pengembangan SPKLU di tahun 2018, hampir seluruh infrastruktur dibangun dan dioperasikan oleh PLN sebagai pemicu awal ekosistem kendaraan listrik.
Namun, seiring meningkatnya jumlah kendaraan listrik dan kebutuhan pengisian daya, minat swasta untuk masuk ke bisnis SPKLU melonjak signifikan.
“Awalnya sebagian besar masih PLN, karena memang infrastrukturnya harus kami bangun lebih dulu. Sekarang minatnya (swasta) ini bisa meningkat lebih dari 200 persen,” ungkapnya.
Menurut Ririn, keterlibatan swasta yang semakin besar menunjukkan bahwa ekosistem kendaraan listrik di Indonesia mulai tumbuh secara mandiri dan berkelanjutan.
Ia menambahkan bahwa di wilayah Jabodetabek, sebagian besar SPKLU kini telah dioperasikan oleh swasta. “Jadi di kantor PLN itu sudah seluruhnya adalah punya swasta,” katanya.
PLN tetap berperan sebagai orkestrator ekosistem dengan memastikan pemerataan infrastruktur, termasuk membuka peluang kemitraan di luar pusat ekonomi.
Ririn mengakui bahwa masih banyak pengguna kendaraan listrik yang kesulitan mencari lokasi pengisian baterai, terutama di daerah yang belum terjangkau.
“Kami sudah memanfaatkan semua kantor-kantor PLN, tapi kami mungkin masih mencari lokasi-lokasi strategis. Banyak yang mulai menawarkan, ‘Bu, saya punya lokasi’, lalu kita berkolaborasi untuk menjadi penyedia charger di situ,” tutupnya.
Dengan dominasi swasta yang kini mencapai 70 persen dalam pengelolaan SPKLU, PLN menilai bahwa ekosistem kendaraan listrik nasional telah memasuki fase pertumbuhan yang lebih sehat dan kompetitif.
Kolaborasi antara pemerintah dan swasta diharapkan terus mendorong pemerataan akses pengisian daya di seluruh Indonesia. (*)



















