TOPMEDIA – Denada membuat pengakuan mengejutkan di Instagram bahwa Ressa Rizky Rossano adalah anak kandungnya. Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada publik atas polemik yang sempat mencuat dan berharap dukungan masyarakat.
Dalam unggahan di akun Instagramnya, Denada mengakui bahwa Ressa Rizky Rossano adalah anak kandungnya.
Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas polemik yang sempat menimbulkan spekulasi dan perdebatan di ruang publik.
Dalam pernyataannya, Denada menegaskan bahwa pengakuan ini merupakan bentuk tanggung jawab sekaligus klarifikasi atas isu yang berkembang.
“Saya ingin jujur kepada publik, Ressa Rizky Rossano adalah anak kandung saya. Saya mohon maaf atas semua kebingungan dan polemik yang terjadi selama ini,” tulis Denada di Instagram.
Denada menambahkan bahwa keputusan untuk mengungkapkan hal tersebut bukanlah hal mudah.
Ia menyebut ada pertimbangan pribadi dan keluarga sebelum akhirnya berani menyampaikan pengakuan secara terbuka.
“Saya tahu ini berat, tapi saya tidak ingin terus menutupinya. Saya ingin Ressa mendapatkan pengakuan yang layak,” ujarnya.
Pernyataan Denada ini sekaligus menjadi klarifikasi atas rumor yang sempat beredar di media sosial.
Dengan pengakuan ini, Denada berharap publik dapat memahami posisinya sebagai seorang ibu yang ingin melindungi anaknya.
“Saya mohon maaf kepada semua pihak yang mungkin tersinggung atau merasa kecewa. Saya hanya ingin yang terbaik untuk anak saya,” tambahnya.
Ia juga meminta agar masyarakat tidak lagi memperkeruh keadaan dengan komentar negatif, melainkan memberikan dukungan moral.
Denada menegaskan bahwa permintaan maafnya ditujukan kepada publik, keluarga besar, serta pihak-pihak yang merasa dirugikan oleh polemik yang sempat mencuat.
Ia berharap langkah ini bisa menjadi titik balik untuk memperbaiki hubungan dengan anaknya dan meredakan kontroversi.
“Saya ingin fokus menjadi ibu yang baik bagi Ressa. Saya berharap masyarakat bisa mendukung kami, bukan sebaliknya. Saya ingin anak saya tumbuh dengan pengakuan dan cinta, bukan dengan stigma,” ungkap Denada. (*)

















