Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
TOP NEWS

23 Anggota TNI Diduga Menjadi Korban Hilang dalam Longsor di Cisarua

×

23 Anggota TNI Diduga Menjadi Korban Hilang dalam Longsor di Cisarua

Sebarkan artikel ini
Evakuasi korban longsor Cisarua. (Foto: Istimewa)
toplegal

TOPMEDIA – Delapan warga kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Cisarua Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjadi korban longsor pada Sabtu (24/1/2026). Selain itu, 81 warga lainnya masih hilang. Dikabarkan, 23 prajurit TNI turut menjadi korban longsor tersebut.

“Saya belum bisa mendapatkan informasi terkait apakah ada anggota kami di antara 23 personel tersebut. Nanti akan saya konfirmasi kembali,” kata Kepala Penerangan Kodam III/Siliwangi, Kolonel Inf Mahmuddin, Sabtu (24/1/2026).

HALAL BERKAH

Kata Mahmudin saat ini pihaknya fokus pada proses evakuasi warga yang jadi korban. Upaya pencarian beberapa kali terhenti karena gangguan cuaca ekstrem berupa hujan disertai angin kencang sejak pagi.

“Kami akan terus melakukan pencarian karena kendala di lapangan masih cukup besar, terutama terkait cuaca. Terkait anggota kami yang belum diketahui keberadaannya, kami masih menunggu informasi lebih lanjut dan akan segera kami pastikan kembali,” jelas Mahmuddin.

Baca Juga:  Subsidi Pemerintah Mandek, Penjualan Motor Listrik Turun 28,6 Persen di 2025

Pihaknya bergabung dengan tim relawan untuk mencari 82 warga lain yang belum ditemukan kata Mahmuddin. Pihaknya mengingatkan agar tim tetap memperhatikan keselamatan saat melakukan evakuasi.

“Air masih terus mengalir, kemudian material longsor juga masih turun ke bawah, sehingga alat berat belum bisa kami turunkan ke lokasi kejadian,” ucap Mahmuddin.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menduga adanya alih fungsi lahan menjadi penyebab longsor.

Dedi menyebut area sekitar longsor merupakan kebun dengan plastik mulsa yang dibuka hingga ke puncak bukit.

“Faktornya sudah bisa kita lihat. Kebun sampai ke atas, pakai plastik. Ini jelas alih fungsi lahan,” ujar Dedi.

Menurut Dedi, kondisi tanah di lokasi kejadian sangat berbahaya karena bertumpuk dan berpotensi ambles, sehingga menyulitkan proses evakuasi.

Baca Juga:  Larang Studi Tour, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Diterpa Isu Pemakzulan

Ia menjelaskan, sebagian korban diduga tertimpa longsoran saat sedang tidur. Pemprov juga menyiapkan santunan sebesar Rp 25 juta bagi keluarga korban meninggal dunia. (*)

TEMANISHA.COM