Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
ECONOMY & FINANCE

Penyaluran Kredit Baru Naik 88,92 Persen  di Triwulan IV 2025

×

Penyaluran Kredit Baru Naik 88,92 Persen  di Triwulan IV 2025

Sebarkan artikel ini
Kredit modal kerja dan investasi jadi pendorong utama penyaluran kredit baru di triwulan IV 2025. (Foto: Istimewa)
toplegal

TOPMEDIA – Bank Indonesia (BI) melalui hasil Survei Perbankan mencatat penyaluran kredit baru pada triwulan IV 2025 mengalami peningkatan signifikan dibandingkan triwulan sebelumnya.

Hal ini tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) yang mencapai 88,92%, lebih tinggi dibandingkan triwulan III 2025 sebesar 82,33%.

HALAL BERKAH

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa peningkatan kredit baru terutama bersumber dari kredit modal kerja dengan SBT 88,64% dan kredit investasi sebesar 87,32%.

Sementara itu, kredit konsumsi justru melambat dengan SBT 13,39%, dipengaruhi oleh penurunan kredit kendaraan bermotor (SBT -2,14%) serta perlambatan kredit multiguna (21,38%) dan kredit tanpa agunan (27,16%).

“Peningkatan kredit baru pada akhir 2025 menunjukkan optimisme perbankan terhadap prospek ekonomi, meski kredit konsumsi mengalami perlambatan,” ujar Ramdan dalam keterangannya, Kamis (22/1/2026).

Baca Juga:  Dorongan Konsumsi dan Investasi, BI Prediksi Ekonomi 2026 Melesat

Pertumbuhan kartu kredit tercatat meningkat dengan SBT 70,81%, sedangkan kredit pemilikan rumah (KPR/KPA) relatif stabil di angka 48,00%.

BI memproyeksikan pada triwulan I 2026 penyaluran kredit baru tetap tumbuh dengan nilai SBT 55,74%, meski lebih moderat dibandingkan triwulan sebelumnya. Prioritas utama penyaluran kredit tetap pada modal kerja, diikuti investasi dan konsumsi.

Survei juga menunjukkan standar penyaluran kredit pada triwulan IV 2025 lebih longgar dibandingkan triwulan III, tercermin dari Indeks Lending Standard (ILS) negatif sebesar -2,59.

Pelonggaran terjadi pada aspek biaya persetujuan kredit, jangka waktu, dan suku bunga. Namun, pada triwulan I 2026, standar diperkirakan lebih berhati-hati dengan ILS positif sebesar 2,75.

Prospek ekonomi dan moneter yang tetap baik serta risiko penyaluran kredit yang terjaga menjadi faktor utama pendorong optimisme perbankan. (*)

TEMANISHA.COM