Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
ECONOMY & FINANCE

390 Ribu Hektare Lahan Disiapkan untuk Hilirisasi Perkebunan dan Energi

×

390 Ribu Hektare Lahan Disiapkan untuk Hilirisasi Perkebunan dan Energi

Sebarkan artikel ini
Kementerian Kehutanan menyiapkan 390 ribu hektare lahan untuk program hilirisasi perkebunan berbasis masyarakat. (Foto: Mongabay)
toplegal

TOPMEDIA – Untuk mendukung program hilirisasi perkebunan berbasis masyarakat, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyiapkan lahan seluas 390 ribu hektare.

Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki menjelaskan, hilirisasi bertujuan meningkatkan nilai tambah ekonomi dari perhutanan sosial.

HALAL BERKAH

“Untuk tahap pertama, kami sudah menyandingkan data, ada 390 ribu hektare yang nantinya akan dikembangkan untuk hilirisasi perkebunan,” ujarnya dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI, Senin (19/1/2026).

Hingga kini, sejumlah kelompok usaha perhutanan sosial telah mengembangkan komoditas seperti kopi, aren, kakao, kemiri, lada, pala, jambu mete, vanili, hingga kelapa.

Dalam kerja sama dengan Kementerian Pertanian, terdapat enam komoditas utama yang menjadi fokus hilirisasi, yakni kopi, kakao, kelapa, lada, pala, dan jambu mete.

Baca Juga:  10 Komoditas Unggulan Ekspor UMKM Indonesia: Potensi Lokal Menembus Pasar Global

“Kami sudah sepakat bahwa terkait hilirisasi perkebunan yang dilaksanakan oleh Kementerian Pertanian, terhadap enam komoditas tersebut kita akan mengoptimalkan lahan perhutanan sosial,” tambah Rohmat.

Selain untuk perkebunan, lahan perhutanan sosial juga diarahkan mendukung swasembada energi.
Komoditas aren dimanfaatkan untuk bioetanol, sementara jenis kayu energi digunakan sebagai biomassa.

“Kemudian optimalisasi pemanfaatan lahan perhutanan sosial juga mendukung swasembada energi melalui komoditas aren untuk bioetanol dan jenis kayu energi untuk biomassa,” jelas Rohmat.

Kemenhut telah bekerja sama dengan PT Pertamina dan PT Gunung Hijau Masarang dalam uji coba bioetanol berbahan aren di Kabupaten Garut.

Uji coba tersebut dinilai berhasil karena kendaraan dapat beroperasi menggunakan bioetanol hasil produksi lokal.

Baca Juga:  Universitas Ciputra Gandeng Saza Coffee Jepang Buka Peluang Magang Internasional

Pemerintah menegaskan program hilirisasi perkebunan dan energi berbasis perhutanan sosial akan terus dikembangkan.

Dengan dukungan lahan 390 ribu hektare, Kemenhut optimistis hilirisasi komoditas dan pemanfaatan bioetanol serta biomassa dapat memperkuat perekonomian masyarakat sekaligus mendukung ketahanan energi nasional. (*)

TEMANISHA.COM