TOPMEDIA – UMKM menjadi tulang punggung ekonomi nasional, dan Menteri UMKM Maman Abdurrahman menekankan perlunya sinergi lintas sektor untuk menjaga keberlanjutan ekosistem digital yang menopang jutaan pelaku usaha kecil.
Menurutnya, transportasi online kini berperan penting dalam memperluas jangkauan pasar UMKM dan mempercepat distribusi produk.
UMKM dan Ekosistem Digital
Dalam keterangannya, Maman menyebut keterlibatan Kementerian UMKM, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, serta BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk kehadiran negara.
“Keterlibatan kementerian dan BPJS dalam program ini memastikan para mitra pengemudi transportasi online memiliki kehidupan yang lebih baik, sekaligus memberikan dampak positif bagi UMKM yang bergantung pada layanan distribusi cepat,” ujarnya, Selasa (13/1/2026).
Menurut Maman, transportasi online telah menjadi bagian integral dari ekosistem UMKM. Kehadirannya membantu pengusaha menjangkau konsumen di luar radius fisik usaha, mempermudah pemesanan, serta mempercepat pengiriman barang. Hal ini berkontribusi langsung pada peningkatan volume penjualan UMKM di berbagai daerah.
Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Informatika tahun 2024, sekitar 27 juta UMKM di Indonesia telah bertransformasi ke ekosistem digital melalui pemanfaatan media sosial dan marketplace.
Transformasi ini tidak hanya meningkatkan pemasaran, tetapi juga mengoptimalkan aspek operasional bisnis.
Maman menekankan keberlanjutan ekosistem digital harus berjalan beriringan dengan perlindungan bagi mitra pengemudi.
“Perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan memberikan rasa aman bagi para mitra. Rasa aman inilah yang menjadi fondasi hubungan yang sehat dan strategis antara mitra pengemudi dengan platform, sehingga UMKM bisa terus tumbuh,” katanya.
Maman berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus diperkuat demi mewujudkan ekosistem UMKM digital yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.
“Pemerintah memandang UMKM sebagai pusat ekosistem ekonomi digital. Keseimbangan harus dijaga karena model bisnis ini memiliki karakteristik berbeda dibandingkan usaha besar,” tegasnya. (*)



















