TOPMEDIA – Banyak orang merekomendasikan plank sebagai latihan untuk mendapatkan perut yang lebih rata dan kencang. Namun, apakah gerakan ini benar-benar mampu mengecilkan lingkar pinggang? Pada dasarnya, plank merupakan salah satu latihan beban tubuh yang efektif untuk menguatkan otot inti, asalkan dilakukan dengan teknik yang tepat dan secara rutin.
Latihan ini tidak hanya menargetkan otot perut bagian depan, tetapi juga melibatkan seluruh area tengah tubuh. Menariknya, plank bisa dilakukan di mana saja—baik di rumah, taman, maupun ruang terbuka lainnya—tanpa perlu alat khusus. Lalu, bagaimana pengaruh plank terhadap ukuran pinggang?
1. Plank melatih otot terdalam di perut
Saat melakukan plank, tubuh ditahan dalam posisi statis yang melawan gravitasi dan berat badan sendiri. Menurut Healthline, gerakan ini sangat efektif mengaktifkan otot transverse abdominis, yaitu otot terdalam di dinding perut. Otot ini berfungsi seperti korset alami yang membantu menopang dan membentuk area pinggang agar terlihat lebih kencang.
Tak hanya itu, plank juga memperkuat otot di sekitar tulang belakang dan panggul. Ketika kamu menahan posisi plank, otot-otot tersebut bekerja sama untuk menjaga postur tubuh tetap lurus. Dampaknya, postur jadi lebih tegak dan perut terlihat lebih rata saat berdiri.
Latihan otot inti secara rutin juga membuat tubuh lebih kuat saat menjalani aktivitas sehari-hari. Risiko nyeri punggung pun bisa berkurang jika otot di area tengah tubuh sudah terlatih dengan baik. Kuncinya adalah konsistensi dan menjaga posisi tubuh yang benar selama latihan.
2. Lemak tidak bisa dibakar hanya di satu bagian tubuh
Masih banyak yang percaya bahwa melatih satu bagian tubuh bisa langsung menghilangkan lemak di area tersebut. Padahal, menurut penjelasan dari University of Sydney, tubuh membakar lemak secara menyeluruh, bukan hanya di bagian yang sedang dilatih.
Artinya, meskipun otot perutmu semakin kuat berkat plank, lemak di area pinggang belum tentu langsung berkurang. Jika lapisan lemak masih tebal, perubahan ukuran pinggang mungkin belum terlihat jelas. Karena itu, plank sebaiknya dianggap sebagai bagian dari strategi kebugaran, bukan satu-satunya solusi.
Untuk mengurangi lemak, kamu perlu memastikan jumlah kalori yang dibakar lebih besar daripada yang dikonsumsi. Plank membantu meningkatkan massa otot, yang bisa mempercepat metabolisme, bahkan saat tubuh sedang beristirahat. Namun, hasil maksimal tetap membutuhkan pola makan yang terkontrol.
3. Variasi plank untuk melatih sisi pinggang
Jika targetmu adalah bagian samping perut, side plank bisa menjadi pilihan yang tepat. Menurut Verywell Fit, gerakan ini secara khusus melatih otot oblique di sisi kanan dan kiri perut, sehingga membantu membentuk lekuk pinggang yang lebih jelas.
Selain itu, kamu juga bisa mencoba variasi lain seperti plank twist atau spider-man plank. Gerakan dengan rotasi panggul ini membuat otot pinggang bekerja lebih maksimal dan membakar lebih banyak kalori. Variasi tersebut juga membantu menghindari rasa bosan akibat latihan yang monoton.
Pastikan posisi tubuh tetap stabil, terutama pada bagian pinggul, agar tidak turun ke bawah. Lebih baik melakukan plank dengan durasi lebih singkat namun teknik yang benar, daripada lama tapi dengan postur yang salah.
4. Pola makan sehat tetap jadi kunci
Mengecilkan pinggang bukan hanya soal olahraga, tetapi juga soal apa yang kamu makan. Latihan sekeras apa pun tidak akan memberikan hasil optimal jika pola makan masih tinggi gula dan lemak tidak sehat.
Konsumsilah makanan berserat seperti sayur dan buah, serta protein yang cukup untuk membantu pemulihan otot. Protein juga membuat tubuh kenyang lebih lama, sehingga membantu mengontrol asupan kalori.
Jangan lupa untuk minum air putih yang cukup. Hidrasi yang baik membantu metabolisme berjalan lancar dan mendukung proses pembakaran lemak.
Disiplin Menjadi Kunci Keberhasilan!
Plank memang bisa membantu mengencangkan otot perut dan memperbaiki postur, yang secara visual membuat pinggang tampak lebih ramping. Namun, untuk benar-benar mengecilkan lingkar pinggang, kamu tetap perlu mengombinasikannya dengan pola makan sehat dan gaya hidup aktif. Dengan latihan yang konsisten, variasi gerakan yang tepat, serta asupan nutrisi yang seimbang, hasil yang kamu inginkan bukanlah hal yang mustahil. (*)

















