Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
LIFESTYLE

Relokasi RPH Pegirian Tetap Jalan, Pemkot Surabaya Gas Pol Setelah Lebaran 2026

×

Relokasi RPH Pegirian Tetap Jalan, Pemkot Surabaya Gas Pol Setelah Lebaran 2026

Sebarkan artikel ini
RPH Pegirian yang berdiri sejak 1927 dinilai sudah mengalami banyak keterbatasan teknis.
toplegal

TOPMEDIA-Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan relokasi Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian ke RPH Osowilangun tetap dilaksanakan setelah Idul Fitri 2026.

Meski mendapat penolakan dari para jagal, pemkot memilih jalur dialog dan pendekatan persuasif.

HALAL BERKAH

Aspirasi penolakan tersebut disampaikan langsung oleh perwakilan jagal RPH Pegirian kepada Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Surabaya, M. Fikser, bersama Direktur Utama PT RPH Surabaya Perseroda, Fajar Arifianto Isnugroho, di Balai Kota Surabaya, Senin (12/1/2026).

M. Fikser menyampaikan, terdapat 10 orang perwakilan jagal yang menyuarakan keberatan atas rencana pemindahan dari RPH Pegirian ke RPH Osowilangun.

Namun, ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut bukan keputusan mendadak.

“Rencana relokasi ini sudah disosialisasikan sejak 2016 dan menjadi bagian dari rencana besar penataan Kota Surabaya, khususnya kawasan wisata religi Ampel,” ujar Fikser.

Baca Juga:  Gelar Simulasi Penanganan Bencana untuk Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Cuaca Ekstrem

Meski demikian, Pemkot Surabaya tetap membuka ruang diskusi dan menerima seluruh masukan dari para jagal. Berbagai kekhawatiran seperti jarak lokasi, kesiapan fasilitas, hingga distribusi daging disebut telah diantisipasi oleh pemkot.

Fikser menjelaskan, pemkot menyiapkan kendaraan pengangkut daging, menjamin keamanan kerja, hingga mengatur ulang jam operasional pemotongan.

Jika sebelumnya dimulai pukul 00.00 WIB, di RPH Osowilangun waktu operasional dimajukan menjadi pukul 22.00 WIB agar distribusi ke Pasar Arimbi lebih cepat.

Selain itu, para jagal akan dibekali tanda pengenal dan surat resmi untuk menjamin keamanan saat membawa peralatan kerja. Bahkan, fasilitas loker penyimpanan alat juga disiapkan di lokasi baru.

“Pemindahan tetap dilakukan. Namun sebelum Lebaran, kami terus melakukan sosialisasi dan pendekatan agar proses ini berjalan kondusif,” tegas Fikser.

Baca Juga:  Aktris China Zhao Lusi Jualan Egg Tart di Pinggir Jalan, Bikin Penggemar Penasaran

Ia juga menekankan bahwa yang direlokasi hanyalah aktivitas pemotongan hewan sapi, bukan Pasar Pegirian atau sentra penjualan daging di Jalan Arimbi.

Sementara itu, Dirut PT RPH Surabaya Perseroda, Fajar Arifianto Isnugroho, memastikan RPH Osowilangun siap digunakan. Selama Januari hingga Maret 2026, dua RPH akan dioperasikan secara paralel sebagai masa transisi dan evaluasi.

“Kami beri waktu sampai akhir Maret. Setelah itu, seluruh aktivitas pemotongan berpindah ke Osowilangun. Pasar Arimbi tetap di tempat semula,” jelas Fajar.

Relokasi ini, lanjutnya, tidak hanya untuk mendukung penataan kawasan wisata religi Ampel, tetapi juga untuk memberikan fasilitas yang lebih modern dan layak bagi para jagal. RPH Pegirian yang berdiri sejak 1927 dinilai sudah mengalami banyak keterbatasan teknis.

Baca Juga:  Semester I 2025: Denza D9 Kalahkan Toyota Alphard di Segmen MPV Premium, Teknologi Berbicara!

“Di Osowilangun fasilitasnya lebih representatif, modern, dan IPAL-nya jauh lebih optimal. Ini bentuk perhatian pemkot agar aktivitas pemotongan lebih aman, higienis, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

TEMANISHA.COM