TOPMEDIA – Memasuki tahun 2026, tren teknologi perangkat keras komputer rasanya bergerak secepat kilat. Kehadiran RAM DDR5 yang kini semakin dominan di pasar seringkali membuat kita bimbang saat ingin merakit atau melakukan upgrade PC. Banyak dari kamu mungkin sedang menimbang-nimbang, apakah investasi pada platform lama masih masuk akal atau justru bakal jadi kerugian di masa depan.
Menentukan pilihan antara bertahan di ekosistem lama atau langsung loncat ke teknologi terbaru memang perlu perhitungan matang. Supaya kamu gak salah langkah dan menyesal belakangan, yuk kita bedah tuntas apakah membeli RAM DDR4 di tahun 2026 masih layak untuk dilakukan atau sudah saatnya ditinggalkan.
1. Harga yang Jauh Lebih Ekonomis untuk Rakitan Budget
Satu hal yang tidak bisa dipungkiri adalah keunggulan dari sisi harga. Di tahun 2026, stok RAM DDR4 di pasaran cenderung melimpah dengan harga yang sudah sangat merosot jika dibandingkan dengan DDR5. Bagi kamu yang memiliki anggaran terbatas atau sedang membangun PC entry-level, memilih DDR4 bisa memangkas biaya secara signifikan. Selisih harga tersebut bisa kamu alokasikan untuk komponen lain yang lebih krusial terhadap performa, seperti mengganti SSD yang lebih cepat atau meningkatkan kualitas kartu grafis (GPU).
2. Ketersediaan Motherboard yang Sangat Luas
Ekosistem DDR4 sudah sangat matang karena telah beredar selama bertahun-tahun. Kamu bisa menemukan berbagai pilihan motherboard mulai dari kelas kantor hingga kelas gaming papan atas dengan harga yang sangat bersahabat. Bagi pemilik PC lama yang ingin menambah kapasitas RAM dari 8GB ke 16GB atau 32GB, membeli DDR4 adalah pilihan paling logis daripada harus mengganti seluruh platform yang memakan biaya besar. Fleksibilitas ini membuat DDR4 tetap punya tempat di hati para perakit PC hemat.
3. Performa yang Masih Mumpuni untuk Komputasi Harian
Walaupun DDR5 menawarkan kecepatan bandwidth yang jauh lebih tinggi, untuk kebutuhan komputasi harian seperti mengerjakan tugas kuliah, browsing dengan banyak tab, hingga pengeditan foto ringan, perbedaan performanya tidak akan terlalu terasa secara kasat mata. DDR4 dengan kecepatan standar seperti 3200MHz masih sangat responsif menjalankan sistem operasi modern. Jika kebutuhanmu bukan untuk simulasi berat atau rendering profesional berskala besar, RAM jenis ini masih bisa memberikan pengalaman pengguna yang sangat mulus.
4. Gaming Masih Sangat Playable
Para gamers mungkin menjadi kelompok yang paling sering ragu. Faktanya, di tahun 2026 pun, banyak judul game populer yang belum sepenuhnya mampu memaksimalkan keunggulan kecepatan DDR5. Banyak pengujian menunjukkan bahwa selisih frame per second (FPS) antara DDR4 dan DDR5 pada resolusi tertentu seringkali tidak terlalu jauh. Selama kamu menggunakan konfigurasi dual-channel dengan kapasitas minimal 16GB, PC berbasis DDR4 milikmu masih sangat sanggup melahap game-game kompetitif maupun AAA dengan sangat baik.
5. Risiko Obsolescence di Masa Depan
Namun, ada satu jawaban pahit yang harus diterima: keterbatasan di masa depan. Membeli DDR4 di tahun 2026 berarti kamu berinvestasi pada teknologi yang sudah mencapai titik akhirnya. Jika suatu saat kamu ingin mengganti prosesor ke generasi terbaru, kemungkinan besar kamu harus membuang RAM DDR4 tersebut karena arsitektur masa depan akan sepenuhnya beralih ke DDR5. Jadi, DDR4 sangat worth it jika kamu berencana memakai PC tersebut dalam jangka lama tanpa niat untuk upgrade komponen inti tiap tahun.
Pada akhirnya, keputusan untuk tetap menggunakan DDR4 di tahun 2026 kembali lagi ke isi dompet dan kebutuhan produktivitas harianmu. Jika tujuanmu adalah mendapatkan fungsionalitas maksimal dengan biaya seminim mungkin, maka DDR4 tetaplah pilihan yang cerdas. Jadi, jangan terburu-buru merasa ketinggalan zaman hanya karena belum pakai teknologi terbaru, karena yang paling penting adalah bagaimana perangkat tersebut bisa mendukung kreativitasmu secara maksimal



















