TOPMEDIA – Banyak orang merencanakan memiliki rumah, dan tahun baru menjadi momen untuk mewujudkannya, namun, ada beberapa hal dan tips dalam membeli rumah.
Untuk menyusun rencana dan strategi dengan strategi paling jitu yaitu mencari rumah dengan cicilan yang murah dan ringan.
Andy Nugroho, seorang perencana keuangan mengatakan, idealnya proporsi penghasilan untuk mencicil rumah tidak lebih dari 30 persen. Ada beberapa cara untuk membeli rumah agar lebih terjangkau.
Ada beberapa tips untuk membeli rumah pertama dengan murah.
1. Jangan Muluk-muluk Pilih Rumah Pertama
Andy menyarankan untuk mencari hunian yang harganya sesuai dengan kemampuan. Calon pembeli sebaiknya menurunkan standar rumah impian dari segi spesifikasi maupun lingkungan untuk mendapatkan rumah yang terjangkau.
Kawasan Jabodetabek, rumah yang terjangkau biasanya ada di pinggiran kota. Sementara itu, rumah murah di pusat kota biasanya berukuran kecil dan berada di permukiman padat.
“Kalau kita penghasilan terbatas, baru ini rumah pertama, kadang kita harus jangan terlalu muluk-muluk impiannya, yang lebih realistis,” kata Andy, Rabu (7/1/2026).
2. Rajin Cari Promo Rumah
Andy juga menyarankan pemburu rumah untuk rajin mencari program-program pembelian rumah yang meringankan. Salah satunya program uang muka atau DP 0 persen.
Yang mana salah satu tantangan membeli rumah dengan kredit pemilikan rumah (KPR) adalah diperlukan waktu untuk menabung DP yang tak sedikit.
“Kita carilah rumah yang misalnya ada program DP 0%, ada rumah subsidi, yang pasti lebih terjangkau dengan penghasilan,” ucapnya.
3. Pilih Tenor yang Panjang
Pembeli bisa mendapatkan cicilan KPR lebih ringan dengan memilih tenor yang lebih panjang.
Mislanya yang berdurasi sampai 15 tahun. Hal ini dapat disesuaikan dengan berapa besar kemampuan pembeli untuk membayar cicilan setiap bulan.
Hal yang harus diingat meski cicilan rendah, total biaya yang dikeluarkan akan meningkat semakin lama tenor KPR. Sebab, pembeli harus membayar lebih banyak bunga kredit.
4. Ngebom KPR
Lanjut Andy, pembeli suatu ketika dapat ‘ngebom KPR’ ketika mendapatkan bonus atau penghasilan lebih. ‘Ngebom KPR’ adalah istilah untuk membayar angsuran melebihi jumlah yang ditentukan untuk mengurangi pinjaman pokok.
“Otomatis (pinjaman pokok) itu nanti akan dihitung ulang, kemudian akan membuat cicilan kita per bulannya akan jadi lebih berkurang,” jelasnya.
5. Take Over KPR
Beberapa tahun pertama mencicil KPR, suku bunga masih tetap. Namun, suatu ketika akan diterapkan bunga floating yang nominalnya bisa dua kali lipat. Hal ini membuat cicilan KPR menjadi sangat mahal.
Banyak pembeli merasa keberatan membayar cicilan, ada opsi take over KPR. Opsi ini memungkinkan pembeli pindah KPR ke bank dengan program atau bunga yang lebih terjangkau.
Demikian tips dari ahli pengelolaan keuangan tersebut. Kiranya dapat menjadi manfaat dan edukasi bagi calon pembeli rumah KPR. (*)



















