Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
SPORTAINMENT

Bernardo Tavares dan Strateginya Membangkitkan Persebaya, Bonek Jadi Faktor Penting! 

×

Bernardo Tavares dan Strateginya Membangkitkan Persebaya, Bonek Jadi Faktor Penting! 

Sebarkan artikel ini
Bernardo Tavares (kanan) saat berdiskusi dengan CEO Persebaya, Azrul Ananda. (Foto: Persebaya)
toplegal

TOPMEDIA – Bernardo Tavares tidak datang ke Surabaya dengan janji instan. Pelatih asal Portugal itu memilih menjejakkan kaki di Kota Pahlawan dengan satu kesadaran penting, yakni membangkitkan Persebaya dengan pekerjaan bertahap yang menuntut kesabaran, disiplin, dan strategi yang matang.

Tavares tiba di Surabaya pada Minggu (4/1) malam, bersama sosok yang tak asing baginya, yakni Renato Duarte. Keduanya pernah membentuk duet solid saat membawa PSM Makassar menjuarai Liga 1 2022/2023.

HALAL BERKAH

Kehadiran Duarte menegaskan satu hal bahwa Tavares ingin membangun fondasi kerja yang sudah ia pahami betul, bahkan sebelum memulai sesi latihan pertama.

Hari pertama di Surabaya, Senin (5/1), langsung dimanfaatkan Tavares untuk merangkai peta jalan kebangkitan Persebaya.

Ia menggelar pertemuan intens dengan tim pelatih, memadukan ide permainan, sekaligus membedah kebutuhan taktis menjelang laga debutnya melawan Malut United di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (10/1) mendatang.

Baca Juga:  Andik Vermansah Unggah Momen Keluarga, Ucap Syukur atas Dukungan Suporter Garudayaksa FC

Di sela agenda teknis, Tavares juga sempat berdiskusi dengan CEO Persebaya, Azrul Ananda, serta jajaran manajemen klub.

“Saya senang mendengar bagaimana manajemen berbicara dan menunjukkan ketertarikan besar agar saya datang ke Persebaya,” ujar Tavares.

Bernardo Tavares menggelar meeting dengan tim pelatih dan manajemen Persebaya, Senin (5/1/2026). (Foto: Persebaya)
Bernardo Tavares menggelar meeting dengan tim pelatih dan manajemen Persebaya, Senin (5/1/2026). (Foto: Persebaya)

Pernyataan itu disampaikan mencerminkan pentingnya keselarasan visi, sesuatu yang selalu ia tekankan sejak menukangi PSM.

Namun ujian pertama sentuhan magisnya menukangi Persebaya akan datang lebih cepat yakni menghadapi Malut United yang tentu bukan lawan yang mudah.

Dari 16 pertandingan terakhir, mereka hanya dua kali kalah dan tengah menikmati rentetan hasil positif. Namun bagi Tavares, tantangan semacam itu justru menjadi cermin awal untuk mengukur mental timnya.

“Kami akan menghadapi tim yang sangat konsisten. Tidak banyak tim yang bisa mengalahkan mereka,” ujarnya.

Baca Juga:  Multi Event Piala Wali Kota Surabaya 2025 Resmi Ditutup, Jadi Pemanasan Menuju Porprov Jatim 2027

Di balik analisis lawan, Tavares menaruh perhatian besar pada satu elemen khas Persebaya dan ini diakuinya menjadi faktor penting yakni dukungan suporter.

Ia secara terbuka mengajak Bonek dan Bonita untuk hadir langsung di stadion. Baginya, atmosfer GBT bukan sekadar latar, melainkan bagian dari strategi membangun kepercayaan diri pemain.

Persebaya saat ini berada di peringkat ketujuh klasemen sementara Super League 2025/2026. Trofi liga terakhir diraih 22 tahun lalu pada 2004. Menurut Tavares, ini tentu tidak boleh disikapi dengan ilusi perubahan instan.

“Trofi terakhir sudah lebih dari 22 tahun lalu. Kita tidak bisa berharap segalanya berubah dengan cepat. Kita harus melangkah tahap demi tahap,” ujarnya tegas.

Baca Juga:  Akui Sulit Dikalahkan, Eduardo Perez Tak Gentar Hadapi Kekuatan Bali United

Pendekatan bertahap itu bukan tanpa dasar. Bersama PSM Makassar, Tavares membangun tim dengan konsistensi dan disiplin tinggi. Hasilnya, 21 kemenangan, sembilan hasil imbang, dan hanya dua kekalahan yang mengantar PSM ke puncak Liga 1 musim 2022/2023.

Fondasi utama kesuksesan itu adalah keberanian memberi ruang bagi pemain muda untuk berkembang dalam sistem yang jelas.

Prinsip serupa akan ia terapkan di Persebaya. Tavares tidak ragu mengorbitkan talenta muda, selama mereka siap secara mental dan taktikal. Baginya, regenerasi bukan pilihan melainkan kebutuhan jangka panjang.

Perjalanan Bernardo Tavares bersama Persebaya baru saja dimulai. Tidak ada janji besar, tidak pula target berlebihan.

Yang ada adalah proses, disiplin, dan keyakinan bahwa kebangkitan sejati selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang konsisten. (*)

TEMANISHA.COM