TOPMEDIA-Persebaya Surabaya resmi memasuki babak baru. Bernardo Tavares, pelatih asal Portugal yang memiliki reputasi kuat di sepak bola Indonesia, telah tiba di Surabaya pada Minggu, 4 Januari 2026.
Kehadirannya langsung menyita perhatian publik karena bukan hanya ditunjuk sebagai pelatih kepala, tetapi juga memegang peran ganda sebagai manajer pelatih (coach manager).
Kedatangan pelatih berusia 45 tahun itu disambut langsung oleh perwakilan manajemen Persebaya di Bandara Juanda. Nanang Prianto, yang turut menjemput Tavares, menegaskan bahwa status pelatih asal Portugal tersebut berbeda dari pelatih sebelumnya.
“Posisinya saat ini adalah manajer coach,” ujar Nanang.
Penunjukan ini menjadi sejarah baru bagi Persebaya. Dalam struktur terbaru, Bernardo Tavares tidak hanya bertanggung jawab pada aspek teknis tim di lapangan, tetapi juga memiliki kewenangan manajerial dalam pengambilan keputusan strategis, termasuk pengelolaan tim, disiplin pemain, hingga arah pengembangan skuad.
Konsep coach manager yang diemban Tavares menekankan kepemimpinan berbasis pembinaan. Peran ini memadukan fungsi manajerial dengan pendekatan kepelatihan modern.
Seorang coach manager tidak hanya menuntut hasil, tetapi juga membimbing pemain, mengembangkan potensi individu, memberi umpan balik konstruktif, serta membangun kemandirian dan mentalitas juara dalam tim.
Pendekatan tersebut berbeda dengan manajer tradisional yang cenderung fokus pada target jangka pendek dan angka-angka statistik. Dengan model ini, Persebaya berharap tercipta fondasi tim yang kuat, berkarakter, dan berkelanjutan.
Nama Bernardo Tavares bukan sosok asing di sepak bola nasional. Ia dikenal luas saat sukses besar bersama PSM Makassar.
Di bawah asuhannya, Juku Eja tampil konsisten, disiplin, dan solid, hingga akhirnya menjadi juara Liga 1—sebuah pencapaian bersejarah yang mengakhiri penantian panjang klub asal Sulawesi Selatan tersebut.
Keberhasilan Tavares bersama PSM tidak datang secara instan. Ia dikenal sebagai pelatih yang detail, disiplin tinggi, serta berani mengandalkan pemain muda.
Pola permainan yang terorganisasi, transisi cepat, dan pertahanan rapat menjadi ciri khas tim racikannya. Selain itu, ia juga piawai membangun mental bertanding, terutama dalam laga-laga krusial.
Pengalamannya melatih di berbagai level kompetisi dan latar belakang sepak bola Eropa membuat Tavares memiliki pemahaman taktik yang matang, sekaligus kemampuan adaptasi yang baik dengan kultur sepak bola Indonesia.
Kehadiran Tavares juga membawa perubahan struktural di internal klub.
Dengan peran manajer yang melekat pada dirinya, otomatis posisi manajer tim yang sebelumnya diemban Yahya Alkatiri dilebur ke dalam kewenangan Tavares. Manajemen memastikan tidak akan menunjuk manajer baru.
“Karena posisi manajer sudah menjadi satu dengan Coach Bernardo, maka tidak ada lagi pengganti manajer,” jelas Nanang.
Langkah ini diharapkan mampu memangkas birokrasi dan mempercepat proses pengambilan keputusan di tubuh tim.
Tugas pertama Bernardo Tavares bersama Persebaya adalah mempersiapkan tim menghadapi Malut United.
Waktu persiapan yang singkat menjadi tantangan tersendiri, namun pengalaman dan ketegasannya diyakini mampu memberi dampak cepat.
Ke depan, Persebaya di tangan Tavares diprediksi akan mengalami perubahan signifikan. Green Force berpeluang tampil lebih disiplin, solid dalam bertahan, serta efektif dalam memanfaatkan peluang.
Selain target jangka pendek berupa stabilitas performa, Tavares juga diyakini akan membangun proyek jangka panjang dengan memaksimalkan potensi pemain muda Persebaya.
Jika filosofi dan pendekatannya berjalan sesuai rencana, Persebaya bukan hanya berpeluang kembali ke papan atas, tetapi juga menjadi tim dengan identitas kuat dan konsisten di kompetisi nasional.



















