Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
TOP NEWS

PMI Manufaktur Indonesia Desember 2025 Ekspansif, Optimisme Pelaku Usaha Menguat

×

PMI Manufaktur Indonesia Desember 2025 Ekspansif, Optimisme Pelaku Usaha Menguat

Sebarkan artikel ini
PMI Manufaktur Indonesia Desember 2025 tercatat 51,2, menandakan ekspansi berlanjut meski melambat. (Foto: Istimewa)
toplegal

TOPMEDIA – Sektor manufaktur Indonesia menutup tahun 2025 dengan kinerja ekspansif, meski laju pertumbuhan melambat.

Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Desember tercatat 51,2, turun dari 53,3 pada November, namun tetap berada di atas ambang batas netral 50,0.

HALAL BERKAH

Kondisi ini menandakan perbaikan kesehatan sektor manufaktur telah berlangsung selama lima bulan berturut-turut hingga akhir tahun.

Ekonom S&P Global Market Intelligence, Usamah Bhatti, menegaskan tren positif masih berlanjut meski produksi hanya meningkat marginal akibat kelangkaan bahan baku.

“Sektor manufaktur Indonesia menutup tahun 2025 dengan perbaikan kondisi operasional yang berkelanjutan, memperpanjang periode pertumbuhan saat ini menjadi lima bulan berturut-turut,” ujarnya dalam laporan terbaru, Jumat (2/1/2026).

Baca Juga:  Kementerian UMKM Luncurkan Sistem Digital Sapa UMKM, Permudah Akses Informasi dan Pembiayaan

Bhatti menambahkan, perusahaan mencatat ekspansi tingkat sedang pada pesanan baru, ketenagakerjaan, dan aktivitas pembelian. Optimisme pelaku usaha pun menguat dan mencapai level tertinggi sejak September.

“Produsen menunjukkan tingkat optimisme terkuat dalam tiga bulan terakhir, dengan keyakinan bahwa penawaran produk baru akan meningkatkan jumlah pelanggan dan mendorong pertumbuhan produksi, terutama dari pasar domestik,” jelasnya.

Faktor Pendorong
– Pesanan baru: meningkat selama lima bulan berturut-turut, meski laju pertumbuhan melambat.
– Pasar domestik: menjadi motor utama ekspansi, sementara pesanan ekspor turun empat bulan berturut-turut.
– Produksi: tumbuh dua bulan berturut-turut, namun terbatas karena kelangkaan bahan baku.
– Tenaga kerja: bertambah meski penciptaan lapangan kerja lebih lambat dibanding bulan sebelumnya.
– Persediaan: barang pra-produksi dan pascaproduksi meningkat, dengan level tertinggi gabungan dalam enam tahun terakhir.

Baca Juga:  Jaga Pelayanan di Libur Akhir Tahun, Pemerintah Izinkan ASN Bekerja dari Mana Saja pada 29-31 Desember

Tantangan
– Keterlambatan pengiriman akibat cuaca buruk, membuat waktu tunggu rata-rata kembali memanjang.
– Tekanan biaya input masih dirasakan, meski inflasi biaya turun ke posisi terendah dalam empat bulan.
– Harga jual produk kembali naik, walau lebih kecil dibanding bulan sebelumnya.

PMI Manufaktur Indonesia pada Desember 2025 tetap ekspansif di level 51,2, menandakan tren positif berlanjut meski laju pertumbuhan melambat.

Optimisme pelaku usaha mencapai level tertinggi sejak September, didorong oleh peluncuran produk baru dan peningkatan permintaan domestik.

Namun, tantangan berupa kelangkaan bahan baku, keterlambatan pengiriman, dan tekanan biaya masih membayangi sektor manufaktur.

“Kami melihat optimisme pelaku usaha semakin kuat, tetapi tantangan pasokan tetap harus diantisipasi agar ekspansi berlanjut di 2026,” tutup Usamah Bhatti. (*)

TEMANISHA.COM