Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
EDUTECH

Batu Al Naslaa di Arab Saudi Terbelah Simetris, Ahli Geologi Rumuskan Beberapa Teori

×

Batu Al Naslaa di Arab Saudi Terbelah Simetris, Ahli Geologi Rumuskan Beberapa Teori

Sebarkan artikel ini
Al Naslaa di Arab Saudi yang terlihat terbelah simetris. (Foto: Wikipedia)
toplegal

TOPMEDIA – Di selatan Oasis Tayma Arab Saudi, sekitar 50 kilometer di wilayah itu, berdiri salah satu batu paling misterius di dunia, Al Naslaa.

Batu raksasa itu terlihat terbelah sempurna dan simetris seperti oleh alat canggih atau sinar laser, tetapi tetap berdiri stabil di atas dua alas batu yang sempurna.

HALAL BERKAH

Mengutip dari laporan IFLScience, para peneliti menjelaskan bahwa batu Al Naslaa telah lama menjadi teka-teki geologi yang membingungkan.

Formasi batuan Al Naslaa terbentuk dari dua blok besar batu pasir yang dipisahkan oleh celah misterius setipis pensil.

Celah tersebut hampir lurus dan halus sempurna, membagi apa yang dulunya merupakan batuan besar menjadi dua bagian simetris.

Al Naslaa memiliki tinggi sekitar 6 meter dan lebar 9 meter. Belum ada jawaban dari ilmuwan tentang bagaimana celah aneh itu terbentuk.

Baca Juga:  Tebar Psywar, Media Arab Sebut Timnas Indonesia Produk Belanda

Belahan yang rapi tersebut sempat memicu spekulasi tentang campur tangan teknologi atau bahkan makhluk luar angkasa. Namun, para ahli menegaskan ada penjelasan alami berbasis proses geologi dan cuaca ekstrem gurun.

Batu itu telah lama diuji pakar geologi Timur Tengah sebagai formasi batu pasir kuno yang memiliki bukti sejarah lingkungan dan aktivitas manusia.

Batu ini juga memiliki sebuah nilai budaya. Menjadi lokasi petroglyph kuno (ukiran batu bergambar hewan dan manusia) yang menunjukkan bahwa tempat ini pernah menjadi pusat budaya di masa lampau.

Sampai saat ini, para ilmuwan belum sepenuhnya sepakat tentang penyebab belahan sempurna di batu Al Naslaa.

Peneliti telah mengusulkan beberapa teori. Menurut Geology Science, menjelaskan pemisahan tengah batuan tersebut, salah satunya menunjukkan bahwa celah tersebut terbuka sebagai akibat dari tektonik lempeng.

Baca Juga:  Menuju Pendidikan Tinggi Inklusif, Kemdiktisaintek Reformasi Sistem Sertifikasi Dosen, Hapus TKDA dan TKBI

Secara teori, baru ini berada di atas garis patahan (fault line). Pergerakan tanah di bawahnya mungkin menciptakan retakan kecil yang kemudian diperluas oleh erosi angin dan pasir selama ribuan tahun.

Angin yang terus berhembus membawa butiran pasir halus melewati celah tersebut, perlahan mengikis permukaan retakan hingga terbentuk garis lurus nyaris sempurna.

Teori lainnya mengaitkan belahan ini dengan proses alam bernama “Jounting”. Yaitu retakan yang terbentuk di batuan tanpa pergeseran posisi.

Dalam geologi, sambungan seperti ini kerap membentuk pola pecahan yang sangat lurus dan simetris, seperti yang terlihat pada Al Naslaa.

Sementara itu terdapat penjelasan berbasis pelapukan beku-cair (freeze-thaw weathering). Jika air masuk ke celah kecil di batu, lalu membeku dan mengembang, retakan akan semakin melebar setiap kali suhu naik turun.

Baca Juga:  Jeje, Eks Translator STY Yakin Indonesia Bisa Atasi Arab Saudi

Kemudian nantinya, dalam rentang waktu ribuan tahun, perubahan ekstrem di gurun dapat memperlebar celah hingga membelah batu secara utuh seperti yang saat ini terlihat.

Adapula teori yang menyebut Al Naslaa terbelah menjadi dua akibat air membeku dan memperluas retakan kecil di batuan. Retakan kecil ini mungkin akhirnya menyatu dan membuka celah lurus yang kita lihat saat ini.

Live Scene menjelaskan, Al Naslaa akan menjadi dua batuan terpisah ketika periode dingin berakhir ribuan atau jutaan tahun yang lalu, mencairkan air di celah tersebut. (*)

TEMANISHA.COM