Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
LIFESTYLE

10 Menu Natal Khas dari Asia, Amerika, Eropa, dan Afrika: Tradisi Kuliner yang Sarat Makna

×

10 Menu Natal Khas dari Asia, Amerika, Eropa, dan Afrika: Tradisi Kuliner yang Sarat Makna

Sebarkan artikel ini
Stollen, roti manis khas Natal di Jerman dan kalkun panggang khas Amerika Serikat. (Foto: Pinterest)
toplegal

TOPMEDIA – Natal di berbagai belahan dunia tidak hanya dirayakan dengan doa dan kebersamaan, tetapi juga dengan sajian kuliner khas yang menjadi simbol tradisi.

Setiap negara memiliki menu unik yang disajikan saat malam Natal, mulai dari hidangan sederhana hingga pesta besar penuh makna.

HALAL BERKAH

Menu Natal adalah warisan turun-temurun yang memperkuat identitas masyarakat. Makanan khas Natal mencerminkan sejarah dan budaya masyarakat setempat.

Makanan Natal tersebut mencerminkan budaya, tradisi, dan makna spiritual masyarakat setempat. Dari Asia hingga Afrika, setiap hidangan membawa pesan kebersamaan dan rasa syukur.

Makanan Khas Natal dari berbagai Benua

Asia
Perayaan Natal di benua Asia memiliki keunikan tersendiri, berbeda dengan tradisi Eropa yang identik dengan salju dan kalkun panggang. Di Asia, kuliner Natal berpadu dengan budaya lokal, menghasilkan hidangan khas yang sarat makna dan kebersamaan.

Lugaw – Filipina
Lugaw adalah bubur nasi hangat yang biasanya disajikan dengan ayam, bawang goreng, dan kaldu gurih. Hidangan ini menjadi pilihan utama setelah umat Katolik di Filipina mengikuti misa malam Natal (Simbang Gabi). Lugaw melambangkan kesederhanaan dan kehangatan keluarga, sekaligus pengingat akan kerendahan hati dalam menyambut kelahiran Kristus.

Lugaw adalah bubur nasi hangat khas Filipina yang kerap disajikan saat Natal. (Foto: Pinterest)

Kuswar – India
Kuswar adalah kumpulan kue dan manisan tradisional yang disajikan saat Natal, seperti kulkul (kue goreng renyah), neureos (pastry isi kelapa dan kacang), serta dodol. Hidangan ini mencerminkan keragaman budaya India yang berpadu dengan tradisi Kristen. Kuswar biasanya dibagikan kepada tetangga lintas agama sebagai simbol toleransi dan persaudaraan.

Baca Juga:  Gawat! Wanita yang Sering Distalking Berpotensi Mengalami Penyakit Cardiovaskular

Amerika
Perayaan Natal di benua Amerika tidak hanya identik dengan dekorasi meriah dan misa malam, tetapi juga dengan sajian kuliner khas yang diwariskan turun-temurun. Setiap negara memiliki menu unik yang menjadi simbol kebersamaan keluarga dan rasa syukur.

Kalkun Panggang – Amerika Serikat
Kalkun panggang dengan saus cranberry, kentang tumbuk, dan sayuran panggang menjadi menu utama Natal di Amerika. Tradisi ini berakar dari pesta besar keluarga sejak abad ke-16. Kalkun dipilih karena ukurannya besar, cukup untuk disantap bersama keluarga besar, sehingga menjadi simbol pesta dan rasa syukur.

Ensalada Nochebuena – Meksiko
Salad segar berisi bit, apel, jeruk, nanas, dan kacang ini disajikan pada malam Natal. Warna merah dan hijau salad melambangkan semangat Natal dan harapan baru. Hidangan ini mencerminkan budaya Meksiko yang penuh warna dan meriah, serta menjadi simbol kesehatan dan keberuntungan.

Eropa
Perayaan Natal di benua Eropa selalu identik dengan hidangan khas yang menggugah selera. Setiap negara memiliki menu tradisional yang disajikan saat malam Natal, mulai dari roti manis hingga hidangan daging berlemak.

Baca Juga:  Ibu Kezia Syifa Angkat Bicara soal Pilihan Putrinya Bergabung dengan Militer AS

Stollen – Jerman
Stollen adalah roti manis berisi buah kering, kacang, dan marzipan, ditaburi gula bubuk. Bentuknya menyerupai bayi Yesus yang dibungkus kain, menjadikannya simbol religius. Stollen pertama kali dibuat di Dresden pada abad ke-15 dan hingga kini menjadi ikon kuliner Natal Jerman. Roti ini biasanya disajikan bersama minuman hangat, melambangkan kehangatan di musim dingin.

Feast of Seven Fishes – Italia
Tradisi Italia ini menyajikan tujuh jenis hidangan laut pada malam Natal. Menu ini mencerminkan kekayaan kuliner Mediterania dan simbol spiritual angka tujuh dalam tradisi Katolik. Hidangan biasanya meliputi ikan goreng, pasta seafood, hingga kerang rebus. Tradisi ini memperlihatkan bagaimana masyarakat Italia mengaitkan makanan dengan nilai religius dan kebersamaan keluarga.

Mince Pies – Inggris
Mince pies adalah kue kecil berisi buah kering dan rempah. Hidangan ini dipercaya membawa keberuntungan dan selalu hadir di meja Natal keluarga Inggris. Tradisi mince pies sudah ada sejak abad ke-13, ketika rempah-rempah dari Timur Tengah mulai masuk ke Eropa. Kue ini menjadi simbol sejarah panjang perdagangan rempah dan pengaruh budaya global dalam kuliner Inggris.

Afrika
Perayaan Natal di benua Afrika memiliki keunikan tersendiri. Tidak seperti Eropa yang identik dengan salju dan roti manis, Natal di Afrika sering dirayakan dengan hidangan berbahan dasar daging, nasi berbumbu, hingga makanan tradisional berbahan serangga.

Baca Juga:  Awas Jangan Salah Sebut Nama Klub Asal Inggris dan Spanyol, Berikut Penjelasannya

Braai – Afrika Selatan
Braai adalah pesta barbeque daging yang dilakukan bersama keluarga dan tetangga. Karena Natal jatuh di musim panas, tradisi ini menjadi simbol kebersamaan dan perayaan penuh sukacita. Braai biasanya menyajikan daging sapi, ayam, atau sosis khas Afrika Selatan, ditemani musik dan tarian tradisional.

Jollof Rice – Nigeria
Jollof rice adalah nasi berbumbu tomat, cabai, dan rempah khas Afrika Barat. Hidangan ini menjadi menu wajib saat Natal di Nigeria. Jollof rice melambangkan semangat pesta, kebersamaan, dan identitas kuliner Afrika Barat yang kaya rasa.

Jollof Rice, makanan Natal khas Nigeria. (Foto: Pinterest)

Goat Stew – Kenya
Sup kambing dengan bumbu rempah lokal menjadi hidangan utama Natal di Kenya. Menu ini mencerminkan tradisi agraris masyarakat Afrika Timur yang menjadikan daging kambing sebagai simbol pesta besar. Goat stew biasanya dimasak dalam panci besar dan disantap bersama-sama, melambangkan solidaritas komunitas.

Sepuluh menu Natal khas dari Asia, Amerika, Eropa, dan Afrika menunjukkan betapa kuliner menjadi bagian penting dalam perayaan. Dari lugaw di Filipina hingga goat stew di Kenya, setiap hidangan mencerminkan budaya, tradisi, dan makna spiritual masyarakat setempat.

Keberagaman menu Natal adalah bukti bahwa makanan mampu menyatukan keluarga sekaligus memperkaya tradisi perayaan di seluruh dunia. (*)

TEMANISHA.COM