TOPMEDIA – Realisasi investasi di Jawa Timur pada periode Juli–September 2025 (triwulan III) mencatatkan capaian signifikan sebesar Rp 30,408 triliun.
Angka tersebut berasal dari 40.581 proyek investasi yang berhasil menyerap 73.926 tenaga kerja Indonesia (TKI).
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Timur, Dyah Wahyu Ermawati, menyebutkan bahwa capaian ini menunjukkan tren positif dibandingkan periode sebelumnya.
“Secara kinerja, realisasi investasi triwulan III 2025 tumbuh 21,3 persen dibandingkan triwulan II, dan meningkat 23,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ujarnya dikutip, Selasa (23/12).
Rincian investasi menunjukkan Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sebanyak 5.023 proyek dengan nilai Rp 8,888 triliun yang menyerap 19.720 tenaga kerja.
Sementara itu, PMDN mendominasi dengan 35.558 proyek senilai Rp 21,519 triliun serta menyerap 54.206 tenaga kerja.
Kontribusi Jawa Timur terhadap realisasi investasi nasional mencapai 6,2 persen, menempatkan provinsi ini di posisi kelima setelah Jawa Barat, DKI Jakarta, Sulawesi Tengah, dan Banten.
Dari sisi wilayah, Surabaya menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 21,1 persen, disusul Sidoarjo 12,1 persen, Pasuruan 10,9 persen, dan Malang 4,1 persen.
Untuk PMA, Kabupaten Gresik menyumbang 41,4 persen, diikuti Pasuruan 21,8 persen dan Surabaya 8,8 persen.
Sektor unggulan yang mendominasi investasi di Jawa Timur antara lain industri makanan sebesar 13,5 persen, industri kimia dan farmasi 12,6 persen, perdagangan dan reparasi 9,3 persen, transportasi, pergudangan dan telekomunikasi 9,1 persen, serta perumahan dan kawasan industri sebesar 8,0 persen.
Data ini menegaskan bahwa Jawa Timur memiliki daya tarik kuat bagi investor, baik asing maupun domestik.
Dengan capaian Rp 30,4 triliun pada Triwulan III 2025, Jawa Timur menunjukkan iklim investasi yang kondusif dan kompetitif. Kontribusi besar dari PMDN dan sektor unggulan industri makanan serta kimia menegaskan daya tarik provinsi ini bagi investor.
“Ke depan, kami terus mendorong percepatan perizinan, peningkatan kualitas layanan, serta penguatan promosi investasi agar Jawa Timur semakin menarik bagi investor,” pungkas Dyah. (*)



















