Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
TOP NEWS

Kunjungi Banyuwangi, Menteri Koperasi Resmikan Koperasi Desa Merah Putih

×

Kunjungi Banyuwangi, Menteri Koperasi Resmikan Koperasi Desa Merah Putih

Sebarkan artikel ini
Menteri Koperasi Ferry Juliantono meresmikan koperasi merah putih di Banyuwangi. (Foto: Instagram/@ferry.juliantono)
toplegal

TOPMEDIA – Menteri Koperasi Ferry Juliantono me-launching Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Tukangkayu di Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (9/12/2025).

Ferry mengunjungi gerai sembako lokal sebagai bentuk dukungan terhadap koperasi warga.

HALAL BERKAH

“Saya mengapresiasi Koperasi Kelurahan Merah Putih Tukangkayu yang sudah memiliki produk lokal yang dijual seperti gula dan kopi,” kata Ferry dalam keterangannya.

Di kesempatan itu, Ferry menegaskan integrasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dalam aplikasi Jaga Desa menjadi fondasi operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang modern dan akuntabel.

“Koperasi akan mengelola berbagai unit usaha, mulai dari gerai sembako, apotek, klinik, gudang, hingga lembaga keuangan mikro, dengan standar ritel modern agar manfaat ekonomi kembali kepada masyarakat,” papar Ferry.

Baca Juga:  Meleset Dari Target, Ekonomi Kuartal IV 2025 Diperkirakan Tumbuh 5,45Persen

Aplikasi Jaga Desa sudah menambah fitur Koperasi Desa dan itu akan memudahkan migitasi resiko saat urusan bangunan fisik dan SDM selesai ujarnya.

“Itu yang nantinya membuat operasionalisasi Kopdes bisa berjalan dengan baik,” tegas Ferry.

Ferry memastikan Kopdes akan dikelola secara modern, baik itu gerai sembako, apotek dan klinik desa, gudang, lembaga keuangan mikro, hingga sarana transportasi.

“Ini menjadi bukti, ketika masyarakat diberi akses permodalan, dibuatkan badan usahanya, dengan arena bisnis yang adil, maka potensi masyarakat desa dan kelurahan di Banyuwangi bisa berkompetisi secara sehat dengan pelaku usaha yang lain,” paparnya.

Ferry meyakini keberadaan Kopdes Merah Putih bisa membantu keberadaan warung-warung, UMKM, pasar tradisional, dan usaha lainnya.

Baca Juga:  Bilang SPBU Swasta Jangan Paksa Kehendak Penggunaan Etanol, Bahlil Sebut Soal Lapangan Kerja

“Karena, Kopdes bisa mendapatkan harga-harga yang khusus, hasil kerja sama dengan banyak BUMN,” jelas Ferry.

Lanjutnya, Kopdes akan menjual gas elpiji 3 kilogram dengan harga agen dan jumlah tabung yang banyak. Begitu juga penjualan pupuk bersubsidi dan minyak goreng subsidi.

“Maka, saya ingin mendorong para pelaku UMKM di Banyuwangi untuk membangun industri kecil yang nanti hasil produksinya akan dijual di gerai-gerai sembako Kopdeskel,” papar Ferry.

Dengan begitu Ferry menambahkan para pelaku UMKM juga dapat mengangkat hasil produk lokal.

“Kita produksi sendiri, dibiayai sendiri, jual sendiri. Ini yang kita maksud dengan kedaulatan ekonomi. Bukan barang dari impor, tapi ini produk hasil sendiri,” tegasnya.

Baca Juga:  Pinjol di Indonesia Kian Menggila, Utang Tembus Rp 94,85 Triliun

Kopdes Merah Putih harus menyesuaikan diri dengan potensi yang dimiliki masing-masing desa, seperti kuliner, kerajinan, dan sebagainya.

“Yang pasti, nantinya, gerai sembako milik Kopdes akan dikelola secara modern. Misalnya, tokonya terang, dingin, bersih, dengan produk yang dijual banyak macamnya. Upayakan, barang-barang yang dijual disini adalah hasil UMKM di Banyuwangi,” pungkas Ferry. (*)

TEMANISHA.COM