TOPMEDIA-Kejuaraan Kota (Kejurkot) Basket Surabaya 2025 resmi berakhir dengan suasana meriah pada Minggu (7/12/2025) malam.
Ajang yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) serta Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kota Surabaya itu menjadi panggung bagi para atlet putri untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, bersama Ketua Perwosi Surabaya, Rini Indriyani, turut hadir menyaksikan langsung jalannya final. Eri Cahyadi mengapresiasi suksesnya penyelenggaraan turnamen ini dan berharap Kejurkot dapat menjadi sarana lahirnya generasi muda berbakat di dunia basket.
“Acara ini luar biasa. Pertandingan antara Nextgen dan The Lion juga sangat menarik. Keduanya adalah juara sejati dan yang terbaik di Surabaya,” ujar Eri.
Ia menegaskan bahwa pembinaan basket di Surabaya harus terus ditingkatkan agar dapat meraih hasil maksimal, terutama menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2027, di mana Surabaya akan bertindak sebagai tuan rumah.
“Semoga lahir talenta-talenta muda. Tunjukkan bahwa basket Surabaya, baik putra maupun putri, harus menjadi yang terbaik di Porprov 2027,” tegasnya.
Di sisi lain, Ketua Perwosi Kota Surabaya, Rini Indriyani, menekankan bahwa Kejurkot bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga wadah untuk membentuk karakter dan menemukan atlet-anak berprestasi.
“Di sini mereka belajar sportif. Bagi yang menang jangan sombong, dan yang belum meraih gelar jangan patah semangat. Terus berjuang untuk menjadi lebih baik,” ujar Rini.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pemerataan akses pembelajaran basket, Rini menyampaikan terima kasih kepada Perbasi Surabaya yang telah memberikan lisensi kepelatihan kepada 30 guru SMP. Dengan lisensi ini, anak-anak Surabaya diharapkan dapat belajar basket secara gratis.
“Insyaallah para guru dengan lisensi ini dapat mengajarkan ilmu yang luar biasa kepada anak-anak, sehingga mereka bisa berlatih secara gratis dan terus berprestasi,” harapnya.
Rini menambahkan, turnamen yang berlangsung selama satu bulan tersebut tidak hanya berdampak positif bagi perkembangan anak, tetapi juga memberi angin segar bagi UMKM di Kecamatan Wonokromo.
“Selama pertandingan berlangsung, UMKM yang berjualan di sekitar lokasi berhasil meraup pendapatan hingga Rp50 juta,” tutupnya.



















