TOPMEDIA – Megahnya arsitektur kuno Candi Prambanan menjadi saksi panggung kolaborasi modernitas dan warisan budaya. Program Studi Fashion Design and Business (FDB) Universitas Ciputra (UC) Surabaya, berkolaborasi dengan jenama (merek) fesyen ternama Gosh, sukses menggelar peragaan busana bertajuk “Celebration of Modern Heritage for the New Generation” di kompleks Situs Warisan Dunia UNESCO tersebut.
Acara yang berlangsung spektakuler itu menampilkan koleksi terbaik dari mahasiswa, dosen, alumni, serta karya dari para finalis lomba desain fesyen tingkat SMA dan kompetisi aksesori internasional.
Koleksi busana yang dipamerkan merupakan sintesis antara estetika kontemporer khas Gosh dengan kekayaan budaya Nusantara. Desain-desain tersebut secara spesifik terinspirasi dari elemen arsitektur, relief, dan narasi historis yang melekat pada Candi Prambanan.
Yoanita Kartika Tahalele, Kepala Program Studi FDB UC, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi sakral ini bukan sekadar latar visual, melainkan bagian integral dari proses kreatif.
“Inspirasi arsitektur dan relief candi menjadi dasar konsep modern heritage (warisan modern). Kami ingin mahasiswa mengalami langsung proses berkarya dengan standar industri, sekaligus memahami tanggung jawab mereka dalam meneruskan narasi budaya,” kata Yoanita, Senin (1/12).
Ia menambahkan, perpaduan siluet modern dan teknik styling yang inovatif menghasilkan karya yang tidak hanya artistik tetapi juga relevan dengan tren fesyen masa kini. Konsep ini menegaskan bahwa budaya dapat menjadi sumber inspirasi tak terbatas untuk desain yang dapat diterima pasar global.
Peragaan busana ini dinilai memberikan dampak ganda yang signifikan. Bagi mahasiswa, kegiatan ini adalah pengalaman profesional berharga dalam bekerja bersama jenama komersial, memperkaya portofolio, dan mempersiapkan diri secara matang sebelum memasuki industri.
Bagi industri fesyen, kolaborasi ini membuka potensi rekrutmen talenta muda yang terbukti siap kerja dan inovatif, menunjukkan bahwa generasi baru perancang Indonesia mampu menjawab kebutuhan pasar modern tanpa meninggalkan identitas budaya.
“Selain itu, menggelar fashion show di situs warisan dunia seperti Prambanan adalah cara yang efektif untuk memperkenalkan nilai luhur budaya Indonesia kepada publik luas, terutama generasi muda dan audiens internasional,” tutur Yoanita.
Kolaborasi antara akademisi dan industri ini memperkuat peran perguruan tinggi sebagai motor penggerak kreativitas yang terhubung langsung dengan kebutuhan profesional, sekaligus menegaskan pentingnya menjunjung tinggi warisan Indonesia sebagai inspirasi desain yang tak lekang oleh waktu. Keterlibatan berbagai pihak, mulai dari siswa SMA hingga peserta internasional, turut memperkokoh jejaring dan ekosistem kreatif global. (*)

















