Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
TOP NEWS

72 Persen Jalan di Wilayah Bencana Sumatera Sudah Bisa Digunakan

×

72 Persen Jalan di Wilayah Bencana Sumatera Sudah Bisa Digunakan

Sebarkan artikel ini
Alat berat melakukan pembersihan dan perbaikan infrastruktur yang terdampak bencana Sumatera. (Foto: Istimewa)
toplegal

TOPMEDIA – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo melaporkan perkembangan terbaru terkait kondisi pascabencana banjir dan longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh yang sudah berlalu sekitar 52 hari.

Per 15 Januari 2026, Dody mengklaim kini sudah tidak ada daerah yang terisolasi. Seluruh bantuan kini sudah bisa dilakukan melalui jalan darat dan tidak lagi mengandalkan melalui udara. Meskipun masih banyak jalan dan jembatan yang masih harus dilakukan perbaikan.

HALAL BERKAH

“Seperti hari ini masih ada jembatan yang rusak parah sekali, ruas Sibolga, kita masih bisa pakai jalan-jalan sedikit putar ber lewat jalan provinsi sehingga boleh dibilang untuk Sumut itu sudah tidak ada lagi apa namanya, daerah yang terisolir, sama sekali sudah tidak ada. Begitu juga dengan Aceh dan Sumatera Barat,” katanya di Kementerian PU, Jakarta Selatan, Jumat (16/1/2026).

Baca Juga:  Prabowo Tegur Keras Bupati yang Tak Tangani Banjir: “Kalau Mau Kabur, Copot Saja”

Dody mengatakan bahwa ada 99 jalan dan 33 jembatan nasional yang terdampak saat ini keseluruhan jalan dan jembatan nasional tersebut sudah dioperasikan fungsional.

Kemudian untuk infrastruktur daerah yang terdampak mencapai 2.710 unit, terdiri dari 1.900 ruas jalan daerah dan 753 jembatan daerah. Saat ini Dody menyampaikan pihaknya terus melakukan perbaikan.

“Jalan daerah yang sudah bisa fungsional itu sekitar mungkin 72%. Nah jembatan daerah yang masih sangat-sangat minim 12%. Karena ambles, banyak butuh jembatan bailey, banyak butuh Aramco. Jadi kita kerja hand in hand terus-terusan dengan TNI, Polri, dan masyarakat agar urusan jembatan ini bisa kita selesaikan dalam waktu sesingkat-singkatnya,” katanya.

Baca Juga:  Dorong Pariwisata dan Perputaran Ekonomi, Kemenpar Kampanyekan “Saatnya Liburan #DiIndonesiaAja”

Dody juga melaporkan terdapat 121 sungai nasional dan 51 sungai daerah yang terdampak. Pihaknya juga tengah menormalisasikan sungai tersebut.

“Jadi, fokus utama kita di sungai itu adalah selain masalah normalisasi sungai, juga muara-muara harus juga kita bereskan, karena sebagian masalah masyarakat kita adalah nelayan. Jadi, hampir semua muara itu tertutup kayu dan sedimen tu harus kita bereskan, tapi pada kenyataannya tidak begitu mudah karena membutuhkan alat lebih, lebih lagi. Jadi, kita perlu sebagian besar pembersihan muara itu membutuhkan alat,” sambungnya.

Lanjutnya, ada 179 PDAM atau SPAM yang terdampak di tiga provinsi dan selama masa tanggap cepat ini, 89 di antaranya sudah sudah fungsional. “Fungsional ini maksudnya belum 100%, karena Intakenya hampir semua bermasalah,” katanya. (*)

TEMANISHA.COM