Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
LIFESTYLE

6 Kebiasaan Sehari-Hari yang Bisa Memicu Masalah Pencernaan

×

6 Kebiasaan Sehari-Hari yang Bisa Memicu Masalah Pencernaan

Sebarkan artikel ini
Masalah pencernaan sering dipicu oleh kebiasaan sederhana yang dilakukan sehari-hari. (Foto: Pinterest)
toplegal

TOPMEDIA – Gangguan pencernaan seperti konstipasi, diare, refluks asam, hingga sindrom iritasi usus besar (IBS) kerap muncul tanpa disadari. Banyak orang mengaitkannya dengan makanan tertentu, padahal sejumlah kebiasaan sehari-hari justru menjadi pemicu utama.

Bahkan, banyak orang tidak menyadarinya. Mereka berpikir masalah pencernaan karena makanan atau infeksi tertentu. Tapi ternyata kebiasaan sehari-hari juga bisa memicunya.

HALAL BERKAH

Studi ilmiah menunjukkan bahwa pola hidup, cara makan, hingga kesehatan mulut dapat memengaruhi sistem pencernaan secara signifikan.

6 Kebiasaan yang Memicu Masalah Pencernaan

1. Makan Terlalu Cepat
Mengunyah makanan dengan terburu-buru membuat sistem pencernaan bekerja lebih keras. Penelitian Harvard Health menyebutkan bahwa makanan yang tidak dikunyah sempurna meningkatkan risiko refluks asam dan kembung karena udara ikut tertelan bersama makanan.

Baca Juga:  Jambret Terekam CCTV di Kota Lama, Pemkot Surabaya Perketat Pengamanan Berlapis

2. Gaya Hidup Sedentari (Kurang Bergerak)
Kurangnya aktivitas fisik terbukti berhubungan dengan meningkatnya risiko penyakit gastrointestinal. Studi eBioMedicine (2024) menunjukkan bahwa gaya hidup sedentari meningkatkan kemungkinan konstipasi kronis dan gangguan usus besar.

3. Kebiasaan Menunda Buang Air Besar
Menahan buang air besar terlalu lama dapat menyebabkan konstipasi dan memperburuk kesehatan usus. Tekanan berlebih pada kolon membuat feses mengeras, sehingga sulit dikeluarkan.

4. Konsumsi Makanan Tinggi Lemak dan Rendah Serat
Diet rendah serat dan tinggi lemak jenuh memperlambat pergerakan usus. Serat berfungsi sebagai “penggerak alami” pencernaan. Kekurangan serat meningkatkan risiko sembelit dan IBS.

5. Kurang Tidur dan Stres Tinggi
Tidur yang tidak teratur dan stres kronis memengaruhi sistem saraf enterik (otak kedua di usus). Kondisi ini dapat memicu diare, kembung, dan nyeri perut. Studi klinis menunjukkan hubungan erat antara stres psikologis dengan IBS.

Baca Juga:  Belajar Dewasa dari Amanda Manopo: Ketika Cinta dan Finansial Berjalan Seimbang

6. Mengabaikan Kesehatan Mulut
Kesehatan mulut ternyata berhubungan dengan kebiasaan buang air besar. Studi BMC Public Health (2025) menemukan adanya interaksi antara penyakit mulut dengan gangguan pencernaan seperti diare dan konstipasi.

Masalah pencernaan bukan hanya soal makanan, tetapi juga kebiasaan sehari-hari. Dari cara makan, aktivitas fisik, hingga kesehatan mulut, semua berperan penting dalam menjaga sistem pencernaan tetap sehat.

Mengubah kebiasaan sederhana seperti makan perlahan, rutin berolahraga, dan menjaga pola tidur dapat menjadi langkah efektif mencegah gangguan pencernaan. (*)

TEMANISHA.COM