Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
EDUTECH

5 Komponen Laptop yang Paling Sering Rusak Akibat Listrik Tidak Stabil

×

5 Komponen Laptop yang Paling Sering Rusak Akibat Listrik Tidak Stabil

Sebarkan artikel ini
toplegal

TOPMEDIA – Punya laptop spek dewa tapi listrik di rumah sering naik-turun atau mendadak mati lampu memang tantangan tersendiri. Rasanya pasti was-was setiap kali mendengar suara ‘klik’ dari meteran listrik, sementara kita lagi asyik ngerjain tugas atau mabar. Masalahnya, arus listrik yang nggak konsisten itu bukan cuma bikin kerjaan terhambat, tapi pelan-pelan bisa “membunuh” komponen internal laptop kamu tanpa disadari.

Arus listrik yang tidak stabil atau power surge seringkali memberikan tegangan berlebih yang melampaui kapasitas toleransi perangkat elektronik. Meskipun laptop modern sudah punya sistem proteksi, tetap saja ada batasnya. Biar kamu lebih waspada dan nggak boncos buat biaya servis, yuk kenali lima komponen laptop yang paling rawan tumbang gara-gara urusan listrik di rumah.

HALAL BERKAH

1. Adaptor atau Charger Laptop
Komponen ini adalah garda terdepan yang menerima arus listrik langsung dari stop kontak. Saat tegangan melonjak tiba-tiba, komponen di dalam adaptor seperti kapasitor dan dioda seringkali menjadi “korban” pertama. Kalau adaptor kamu mulai terasa sangat panas atau muncul bau hangus setelah listrik tidak stabil, itu tandanya komponen ini sudah mulai kalah bertarung melindungi laptopmu.

Baca Juga:  5 Chipset MediaTek Terbaik 2025 yang Masih Worth It untuk Performa Gahar

2. Baterai Laptop
Baterai sangat sensitif terhadap siklus pengisian yang tidak teratur. Listrik yang sering mati-nyala membuat proses pengisian daya terputus secara kasar berkali-kali. Hal ini dapat merusak sel kimia di dalam baterai, yang ujung-ujungnya bikin baterai cepat kembung atau drop total. Kalau sudah begini, laptop kamu nggak bakal bisa bertahan lama tanpa dicolok terus ke listrik.

3. Motherboard 
Bisa dibilang motherboard adalah “otak” sekaligus jalur lalu lintas semua komponen. Di dalamnya terdapat ribuan jalur sirkuit kecil yang sangat sensitif terhadap lonjakan voltase. Satu saja kapasitor kecil di motherboard terbakar karena spike listrik, dampaknya bisa fatal: laptop mati total. Biaya perbaikan untuk komponen ini biasanya yang paling merogoh kocek dalam.

Baca Juga:  Layar HP Tiba-Tiba Bergaris ? Kenali 3 Penyebab Utamanya

4. Storage (HDD atau SSD)
Meskipun SSD jauh lebih tahan banting dibandingkan HDD konvensional, keduanya tetap punya risiko tinggi saat listrik mendadak padam. Terputusnya aliran daya saat storage sedang melakukan proses write atau menulis data bisa menyebabkan corrupt pada sistem operasi atau bahkan kerusakan fisik pada sektor penyimpanan. Data penting kamu bisa hilang sekejap hanya karena masalah sepele ini.

5. Layar Panel LCD/LED
Mungkin jarang disadari, tapi sirkuit lampu latar (backlight) pada layar laptop juga membutuhkan tegangan yang stabil. Tegangan yang naik-turun secara drastis dalam jangka panjang bisa memicu kerusakan pada inverter layar atau membuat tampilan layar jadi berkedip (flicker). Kalau sudah muncul garis-garis di layar, kenyamanan saat menatap layar pasti langsung terganggu.

Baca Juga:  4 Jenis Scamming Live TikTok yang Harus Kamu Ketahui Biar Gak Kena Tipu

Menjaga kesehatan laptop itu sebenarnya sama pentingnya dengan menjaga kesehatan diri sendiri. Jangan biarkan investasi jutaan rupiah kamu sia-sia hanya karena mengabaikan kondisi kelistrikan di rumah. Memakai perangkat tambahan seperti UPS (Uninterruptible Power Supply) atau minimal stabilizer berkualitas bisa jadi investasi cerdas daripada harus bolak-balik ke tempat servis.

(Res)

TEMANISHA.COM