TOPMEDIA – Siapa di antara kalian yang tidak menggunakan NVMe SSD di PC-nya? Storage super cepat ini memang game changer, membuat loading game dan rendering video jadi secepat kilat. Tapi, tahukah kamu kalau kecepatan ekstrem ini juga datang dengan tantangan tersendiri? Agar investasi storage berhargamu ini tidak cepat “pensiun” dan performanya tetap peak bertahun-tahun, kamu perlu trik optimasi yang tepat.
NVMe (Non-Volatile Memory Express) memanfaatkan bus PCIe yang jauh lebih cepat daripada SATA, memungkinkan transfer data yang luar biasa. Namun, seperti semua SSD, umurnya bergantung pada jumlah data yang ditulis (Total Bytes Written atau TBW). Semakin banyak data ditulis, semakin cepat sel memori menipis. Yuk, kita bongkar lima cara mengoptimalkan storage NVMe agar umurnya lebih panjang dan PC-mu tetap sat set!
1. Jaga Suhu Tetap Dingin dengan Heatsink
Ini adalah aturan emas. NVMe SSD, terutama yang berkecepatan tinggi, bisa menjadi sangat panas saat bekerja keras. Panas berlebihan (thermal throttling) tidak hanya menurunkan performa—membuat transfer rate melambat—tetapi juga mempercepat degradasi sel memori, yang berarti memperpendek umur NVMe kamu.
Pastikan SSD M.2 kamu terpasang heatsink (pendingin pasif). Banyak motherboard modern sudah menyediakannya. Jika belum, segera beli heatsink NVMe eksternal yang dijual terpisah. Selain itu, pastikan airflow (aliran udara) di dalam casing PC kamu bagus, sehingga panas bisa segera dikeluarkan.
2. Hindari Mengisi Kapasitas Hingga Penuh (Jangan Sampai Full)
SSD bekerja paling efisien saat masih ada ruang kosong (sekitar 20–25% dari total kapasitas). Ruang kosong ini diperlukan untuk over-provisioning dan mekanisme Wear Leveling. Wear Leveling adalah fitur kunci yang memastikan proses penulisan data dibagi rata ke seluruh sel memori, mencegah sel tertentu cepat aus.
Jangan biarkan NVMe kamu terisi hingga 90% atau lebih. Jika storage sudah hampir penuh, segera pindahkan data-data statis (seperti arsip lama, film, atau backup) ke HDD atau external drive. Dengan menyisakan ruang, kamu memberi “nafas” bagi SSD untuk menjalankan Wear Leveling secara optimal, menjaga keseimbangan umur sel memori.
3. Nonaktifkan Fitur Defragmentasi Otomatis (Anti-Defrag)
Defragmentasi adalah proses yang sangat penting untuk Hard Disk Drive (HDD), tetapi justru berbahaya bagi SSD. Defragmentasi bekerja dengan menulis ulang data secara terus-menerus. Pada HDD, ini mempercepat akses data, tetapi pada SSD, ini hanya akan menambah siklus tulis (TBW) yang tidak perlu dan sia-sia, karena SSD tidak memiliki masalah fragmentasi fisik.
Secara default, sistem operasi Windows modern sudah cukup pintar untuk menonaktifkan defragmentasi pada SSD. Namun, pastikan kamu tidak menggunakan perangkat lunak defragmentasi pihak ketiga secara manual. Jika kamu menggunakan Windows, biarkan fitur Optimize Drives menjalankan TRIM (perintah untuk memberitahu SSD blok mana yang harus dihapus) secara otomatis, bukan defragmentasi.
4. Manfaatkan SSD Sekunder untuk Tugas yang Banyak Menulis (Write-Heavy Tasks)
Jika kamu sering melakukan tugas yang melibatkan penulisan data dalam jumlah besar dan berulang, seperti editing video, rendering 3D, atau menjalankan virtual machine, sebaiknya jangan jadikan NVMe utama kamu sebagai satu-satunya tempat kerja.
Alokasikan NVMe cepat kamu hanya untuk sistem operasi, booting, dan game. Gunakan SSD SATA atau HDD sekunder (atau bahkan SSD NVMe yang lebih murah/berkapasitas besar) sebagai scratch disk atau lokasi cache untuk program editing. Dengan begitu, kamu mengurangi beban kerja tulis (TBW) pada NVMe sistem utama, mempertahankan performa booting PC kamu tetap optimal.
5. Gunakan Hibernate daripada Sleep Sesekali
Baik mode Sleep maupun Hibernate punya fungsi yang berbeda. Mode Sleep menjaga data di RAM dan mengkonsumsi sedikit daya. Sementara mode Hibernate menyimpan seluruh sesi kerja kamu ke drive utama (NVMe/SSD) sebelum mematikan daya sepenuhnya.
Terlalu sering menggunakan mode Sleep dalam jangka waktu yang lama justru bisa menyebabkan siklus daya yang tidak efisien. Sesekali, gunakan mode Hibernate. Meskipun mode ini akan menulis data ke SSD saat masuk dan membacanya saat bangun (menambah write cycle), namun penggunaan daya yang minim saat mati total justru lebih baik untuk kesehatan komponen PC secara keseluruhan. Sesuaikan penggunaan kedua mode ini berdasarkan seberapa sering kamu menggunakan PC dalam sehari.
Dengan menguasai lima trik optimasi sederhana ini, kamu tidak hanya akan memastikan NVMe SSD kamu bekerja pada kecepatan maksimalnya, tetapi juga secara aktif memperpanjang umurnya hingga bertahun-tahun mendatang.
(Respatih)



















