TOPMEDIA – Memiliki smartphone dengan tampilan yang mulus dan bersih pasti jadi idaman semua orang. Namun, pernah nggak sih kamu tiba-tiba menyadari ada bintik-bintik putih atau noda aneh yang sulit hilang di bagian belakang ponsel? Padahal, HP selalu dipakaikan casing pelindung agar tetap aman. Sayangnya, bintik tersebut seringkali adalah jamur yang tumbuh subur di permukaan body HP kamu.
Munculnya jamur ini tentu sangat menyebalkan karena bisa merusak estetika, bahkan dalam beberapa kasus, jamur yang dibiarkan bisa merusak lapisan cat permanen pada ponsel. Biar nggak kecolongan, yuk pahami alasan utama body HP bisa berjamur agar kamu bisa melakukan pencegahan sejak dini!
1. Kelembapan yang Terperangkap di Balik Casing
Penyebab paling umum yang sering tidak disadari adalah masalah kelembapan. Saat kita beraktivitas di tempat yang panas atau setelah menggunakan HP dalam waktu lama hingga suhunya meningkat, seringkali muncul uap air tipis di antara body HP dan softcase.
Udara yang lembap ini terjebak tanpa adanya sirkulasi udara yang baik. Jamur sangat menyukai area yang lembap, gelap, dan hangat. Jika kamu jarang melepas case untuk mengelapnya, uap air tersebut akan menetap dan menjadi tempat berkembang biak yang sempurna bagi spora jamur.
2. Jarang Membersihkan Smartphone Secara Berkala
Banyak dari kita yang merasa cukup hanya dengan mengelap layar HP saja. Padahal, bagian belakang dan samping ponsel justru menjadi sarang penumpukan kotoran, debu, dan sisa keringat dari tangan.
Kotoran mikro yang menempel pada body ponsel berfungsi sebagai “makanan” bagi jamur. Debu yang bercampur dengan minyak alami dari kulit tangan akan menciptakan lapisan organik yang mendukung pertumbuhan jamur.
Melepas case setidaknya seminggu sekali untuk membersihkan seluruh bagian HP dengan kain microfiber adalah langkah wajib yang seringkali terlupakan.
3. Sering Menaruh HP di Tempat yang Lembap
Kebiasaan menaruh ponsel juga sangat berpengaruh pada kondisi fisiknya. Mungkin kamu sering membawa HP ke kamar mandi saat mandi air hangat, atau sering meninggalkannya di atas meja yang basah terkena embun minuman dingin.
Partikel air di udara (humiditas tinggi) dapat dengan mudah menyelinap ke celah-celah antara HP dan pelindungnya. Lingkungan dengan kelembapan tinggi di sekitar tempat tinggal atau tempat kerja juga berkontribusi besar mempercepat munculnya jamur pada material plastik maupun metal di body ponsel.
4. Penggunaan Case yang Berkualitas Rendah
Pemilihan aksesoris ternyata nggak boleh asal murah, lho. Beberapa jenis casing atau pelindung HP yang terbuat dari material plastik atau silikon berkualitas rendah cenderung memiliki sirkulasi udara yang buruk dan mudah memicu panas berlebih.
Case murahan seringkali tidak presisi atau memiliki tekstur bagian dalam yang kasar, sehingga justru menjadi tempat menumpuknya kotoran dan memerangkap panas lebih lama. Kombinasi panas dari baterai dan material case yang tidak standar ini membuat suhu di sekitar body HP menjadi sangat ideal untuk jamur tumbuh dengan cepat.
Nah, itulah beberapa faktor utama yang bikin tampilan gadget kesayanganmu jadi berbintik jamur. Mulai sekarang, yuk lebih rajin merawat kebersihan HP luar dan dalam agar tetap kinclong seperti baru. Jangan sampai performa HP sudah gahar, tapi tampilannya justru bikin kurang percaya diri saat lagi kumpul bareng teman.
(Res)



















