Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
EDUTECH

4 Alasan Kenapa Laptop Kamu Sering Booting Loop Lama

×

4 Alasan Kenapa Laptop Kamu Sering Booting Loop Lama

Sebarkan artikel ini
toplegal

TOPMEDIA – Kamu Pasti pernah ngalamin momen paling menyebalkan saat mau ngebut nugas atau mabar adalah ketika laptop kamu loading-nya lama banget! Rasanya kayak nungguin pacar dandan, bikin kesel dan buang-buang waktu berharga. Apalagi di era serba cepat ini, setiap detik itu berharga, kan?

Jangan langsung menyalahkan usia laptop kamu. Booting yang melambat parah bisa jadi disebabkan oleh beberapa hal sepele yang sebenarnya bisa kamu atasi. Biar kamu nggak penasaran lagi dan bisa move on ke performa laptop yang lebih sat-set, yuk kita bedah tuntas empat alasan utama kenapa laptop kamu booting lama dan gimana cara mengatasinya.

HALAL BERKAH

1. Hard Disk Konvensional (HDD) Masih Dipakai
Ini adalah biang keladi paling klasik yang sering membuat laptop terasa ketinggalan zaman. Banyak laptop kelas menengah ke bawah masih menggunakan Hard Disk Drive (HDD) sebagai tempat penyimpanan utama. HDD bekerja menggunakan piringan mekanis yang berputar, sehingga proses membaca dan menulis data—termasuk booting sistem operasi—membutuhkan waktu yang jauh lebih lama. Kecepatan transfer datanya terbatas, membuat proses loading Windows atau macOS terasa seperti berjalan di tempat.

Baca Juga:  Lenovo Legion Go 2 Resmi Rilis Layar OLED dan Performa 'Rata Kanan' Seharga Rp17,9 Juta

Jika kamu ingin booting secepat kilat, upgrade ke Solid State Drive (SSD) adalah investasi terbaik. SSD menggunakan chip memori flash, tanpa komponen bergerak, sehingga kecepatan read/write-nya bisa 5 hingga 10 kali lebih cepat dari HDD. Mengganti HDD dengan SSD dijamin akan menjadi game changer performa laptop kamu.

2. Terlalu Banyak Program Startup yang Ikut Berlari
Pernah instal banyak aplikasi tapi lupa menonaktifkan fitur autostart-nya? Ini dia penyebab kedua yang sering terabaikan. Setiap kali kamu menyalakan laptop, sistem operasi tidak hanya memuat dirinya sendiri, tetapi juga berusaha menjalankan semua aplikasi yang terdaftar di daftar startup. Mulai dari aplikasi chatting, cloud storage, updater perangkat lunak, hingga widget kecil, semuanya ikut “berbaris” untuk diaktifkan di awal. Semakin banyak program, semakin banyak sumber daya (RAM dan CPU) yang tersedot, dan alhasil, proses booting pun jadi super lelet.

Baca Juga:  Sering Jadi Perdebatan, Ini 5 Fakta Chipset Exynos yang Bikin Penasaran

Segera buka Task Manager (untuk Windows) atau System Settings (untuk macOS), masuk ke tab Startup, dan nonaktifkan program-program yang tidak wajib langsung berjalan saat laptop menyala. Sisakan hanya driver penting dan antivirus. Kamu bisa menjalankan aplikasi lain secara manual setelah laptop benar-benar siap digunakan.

3. File Sistem yang Penuh Sampah
Seiring penggunaan, file-file di hard disk kamu (terutama HDD) bisa menjadi terfragmentasi. Artinya, bagian-bagian dari satu file tersebar di berbagai lokasi piringan. Ketika sistem harus memuat file tersebut saat booting, read head hard disk harus bergerak bolak-balik untuk mengumpulkan semua bagian, memperlambat keseluruhan proses. Selain itu, cache, file sementara, dan file sampah yang menumpuk juga memberatkan sistem.

Rutin lakukan Disk Cleanup atau gunakan tool pembersih sistem untuk menghapus file-file yang tidak perlu. Untuk pengguna HDD, lakukan Defragmentation secara berkala (namun, jangan lakukan ini pada SSD, karena justru akan mengurangi umurnya!). Pastikan juga storage utama kamu tidak terlalu penuh; sisakan setidaknya 10-15% ruang kosong agar sistem bisa bekerja optimal.

Baca Juga:  Sering Bikin Look Jelek, Ternyata Ini Alasan Antigores Hydrogel HP Kamu Cepat Kotor di Bagian Pinggir

4. Driver Perangkat Keras yang Usang atau Bermasalah
Driver adalah perangkat lunak yang memungkinkan sistem operasi berkomunikasi dengan komponen hardware di laptop kamu. Jika driver grafis, chipset, atau perangkat keras lainnya sudah usang, atau bahkan terjadi corrupt (rusak), proses inisialisasi selama booting bisa terganggu dan berjalan sangat lambat. Sistem akan kesulitan mengenali atau mengaktifkan hardware yang diperlukan.

Pastikan kamu selalu update driver secara berkala. Kunjungi situs resmi produsen laptop atau chipset kamu (misalnya Intel, AMD, NVIDIA) dan unduh versi driver terbaru. Update ini seringkali mengandung perbaikan bug yang dapat meningkatkan stabilitas dan kecepatan booting laptop kamu. Dengan memahami keempat penyebab ini dan menerapkan solusinya, kamu nggak perlu lagi merasakan momen KZL menunggu layar desktop muncul.

(Respatih)

TEMANISHA.COM