Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
EDUTECH

4 Alasan Kenapa Harga GPU Mahal Banget Di Akhir Tahun 2025

×

4 Alasan Kenapa Harga GPU Mahal Banget Di Akhir Tahun 2025

Sebarkan artikel ini
toplegal

TOPMEDIA – kamu pasti lagi pusing tujuh keliling kalau lagi mengincar Graphic Processing Unit (GPU) terbaru, kan? Sejak beberapa tahun terakhir, harga kartu grafis melambung tinggi, jauh melampaui harga yang disarankan pabrikan. Tadinya, kita mikir ini cuma fenomena sesaat, tapi ternyata kenaikan harga ini bertahan lama dan membuat upgrade PC gaming jadi mimpi yang makin jauh.

Fenomena ini nggak cuma terjadi di Indonesia, tapi juga global. Kenaikan harga GPU ini disebabkan oleh kombinasi faktor-faktor kompleks yang saling terkait, mulai dari masalah produksi hingga tren digital. Penasaran apa saja penyebab pastinya? Yuk, kita bedah tuntas empat alasan utama yang menyebabkan harga GPU naik gila-gilaan sekarang!

HALAL BERKAH

1. Krisis Semikonduktor Global yang Berkepanjangan
Faktor utama yang menjadi biang kerok kenaikan harga GPU adalah krisis semikonduktor global yang belum sepenuhnya pulih. Semikonduktor atau chip adalah jantung dari hampir semua perangkat elektronik, termasuk GPU.

Baca Juga:  Sering Bikin Look Jelek, Ternyata Ini Alasan Antigores Hydrogel HP Kamu Cepat Kotor di Bagian Pinggir

Pandemi COVID-19 pada tahun-tahun sebelumnya telah mengganggu rantai pasokan global, menutup pabrik, dan menyebabkan kekurangan bahan baku. Permintaan pasar yang tiba-tiba melonjak—karena semua orang bekerja dan sekolah dari rumah—membuat pabrik chip kewalahan. Karena pasokan chip terbatas, produsen GPU seperti NVIDIA dan AMD terpaksa membatasi produksi, otomatis membuat produk yang tersedia di pasar menjadi langka dan harganya otomatis meroket.

2. Lonjakan Permintaan dari Dunia Cryptocurrency Mining
Mining mata uang kripto (seperti Bitcoin dan Ethereum, meskipun Ethereum sudah beralih) adalah salah satu penyebab terbesar lonjakan permintaan GPU. GPU memiliki kemampuan komputasi paralel yang sangat efisien untuk memecahkan algoritma kripto.

Ketika harga mata uang kripto naik, para miner berbondong-bondong membeli GPU dalam jumlah besar untuk membangun atau mengembangkan rig penambangan mereka. Mereka siap membayar harga berapa pun karena potensi keuntungan dari mining jauh lebih besar daripada harga GPU itu sendiri. Hal ini menciptakan persaingan sengit antara miner dan gamer, yang pada akhirnya membuat stok ritel cepat habis dan harga jual kembali (reseller) menjadi sangat tinggi.

Baca Juga:  Top 5 Kartu Grafis NVIDIA yang Masih Worth It Dibeli di Akhir 2025

3. Aktivitas Scalping dan Spekulasi Pasar
Fenomena scalping dan spekulasi turut memperburuk situasi. Scalper adalah individu atau kelompok yang menggunakan bot otomatis untuk membeli stok GPU dalam jumlah besar segera setelah produk dirilis atau tersedia online.

Setelah mendapatkan stok, para scalper ini menjual kembali GPU tersebut di pasar sekunder (seperti marketplace atau forum jual beli) dengan harga yang sudah dinaikkan secara drastis—bisa dua hingga tiga kali lipat dari harga eceran resmi. Tindakan ini membuat konsumen biasa yang ingin membeli GPU untuk kebutuhan gaming atau profesional kesulitan mendapatkannya di harga normal, dan terpaksa membeli dari scalper dengan harga premium.

4. Transisi ke Arsitektur GPU Generasi Baru
Setiap beberapa tahun, produsen GPU merilis arsitektur baru yang menawarkan peningkatan performa signifikan. Proses transisi ini juga berkontribusi pada kenaikan harga.

Baca Juga:  HP Android Sering Restart Sendiri? Ternyata Ini 4 Biang Keroknya

GPU generasi baru hadir dengan teknologi yang lebih canggih dan proses manufaktur yang lebih mahal, seperti proses fabrikasi yang lebih kecil (misalnya dari 12nm ke 5nm). Selain itu, biaya riset dan pengembangan (R&D) yang tinggi sering dibebankan kepada konsumen. Meskipun performanya lebih baik, peningkatan biaya produksi dan kurangnya persaingan yang efektif di segmen high-end membuat harga peluncuran GPU baru ini sudah tinggi sejak awal, dan akan terus mempengaruhi harga GPU lama.

Jadi, kenaikan harga GPU ini memang sebuah badai sempurna: kelangkaan produksi bertemu dengan permintaan yang melambung tinggi dari dunia kripto dan diperparah oleh ulah scalper. Lalu, kapan harga GPU akan kembali normal? Itu adalah pertanyaan sejuta umat. Yang jelas, selama keempat faktor di atas masih bergejolak, kita para gamer harus lebih bersabar dan pintar-pintar menabung.

(Respatih)

TEMANISHA.COM