Scroll untuk baca artikel
TOP Legal Business PRO
TOP SAGU
TOP SAGU
TOP MEDIA
EDUTECH

3 Alasan Kenapa Kamera iPhone Bisa Langsung Rusak Kena Lampu Laser

×

3 Alasan Kenapa Kamera iPhone Bisa Langsung Rusak Kena Lampu Laser

Sebarkan artikel ini
toplegal

TOPMEDIA – Menghadiri konser musik atau pesta di klub malam memang momen paling pas buat mengabadikan fancam estetik pakai iPhone kesayangan. Sayangnya, banyak dari kita yang kurang waspada dengan keberadaan lampu laser yang biasanya jadi pelengkap stage act. Ternyata, sorotan lampu warna-warni itu bukan cuma penghias panggung, tapi juga “pembunuh” rahasia bagi sensor kamera smartphone.

Pernah melihat hasil foto atau video yang tiba-tiba muncul garis vertikal permanen setelah merekam konser? Nah, itu adalah tanda nyata kalau sensor kamera kamu sudah terkena kerusakan fatal. Biar nggak menyesal belakangan, kamu wajib banget paham tiga penyebab utama kenapa kamera iPhone rusak akibat lampu laser berikut ini.

HALAL BERKAH

1. Intensitas Cahaya Laser yang Terlalu Terpusat
Penyebab pertama yang paling sering terjadi adalah tingginya intensitas energi yang dibawa oleh sinar laser. Berbeda dengan lampu biasa yang cahayanya menyebar, laser memfokuskan energi cahaya dalam satu titik yang sangat sempit dan tajam. Ketika kamu mengarahkan kamera langsung ke sumber laser, lensa iPhone akan berfungsi layaknya kaca pembesar yang semakin memusatkan cahaya panas tersebut langsung ke permukaan sensor.

Baca Juga:  Mulai 2026, Seluruh Kampus di Indonesia Wajib Ramah Disabilitas

Kamera iPhone didesain untuk menangkap cahaya alami, bukan energi laser yang ribuan kali lebih kuat. Paparan dalam hitungan milidetik saja sudah cukup untuk membuat komponen di dalam kamera kewalahan. Alhasil, sensor tidak mampu memproses lonjakan energi tersebut, yang kemudian mengakibatkan kegagalan fungsi permanen pada titik yang terkena sorotan.

2. Sensor CMOS yang Terbakar Secara Fisik
Di dalam modul kamera iPhone, terdapat komponen bernama sensor CMOS yang sangat sensitif. Masalah utama muncul karena laser membawa energi panas yang sangat tinggi meskipun ukurannya kecil. Saat sinar laser mengenai sensor, ia secara harfiah “membakar” sirkuit atau piksel pada sensor tersebut. Kerusakan ini bersifat fisik, artinya ada bagian dari hardware yang gosong atau meleleh secara mikroskopis.

Baca Juga:  5 Chipset Snapdragon Paling Ikonik pada Masanya

Gejala yang paling sering muncul adalah adanya garis hitam, ungu, atau hijau yang tidak hilang meskipun kamu sudah merestart aplikasi kamera. Karena kerusakannya ada pada lapisan fisik sensor, tidak ada update software atau trik kalibrasi yang bisa memperbaikinya. Satu-satunya solusi kalau sudah begini adalah melakukan penggantian modul kamera secara utuh yang tentu harganya tidak murah.

3. Jarak dan Sudut Paparan yang Terlalu Dekat
Penyebab terakhir berkaitan dengan posisi kamu saat merekam. Semakin dekat posisi kamu dengan panggung atau sumber laser, maka risiko kerusakan akan semakin meningkat drastis. Pada jarak dekat, energi laser belum sempat melemah saat menembus optik kamera. Selain itu, sudut paparan yang tegak lurus ke lensa akan mempercepat proses kerusakan sensor dibandingkan paparan dari samping.

Baca Juga:  Penjelasan Chipset UNISOC di HP dan Fakta Menariknya

Banyak pengguna iPhone yang tidak menyadari bahwa meski mata manusia merasa cahaya laser tersebut cukup aman dilihat, lensa kamera memiliki cara kerja yang berbeda dalam menyerap cahaya. Seringkali, pemantulan cahaya laser dari permukaan kaca atau cermin di area konser juga tetap memiliki energi yang cukup kuat untuk merusak kestabilan sensor kamera jika terpapar secara terus-menerus selama durasi perekaman video.

Memang nggak ada salahnya pengin punya konten konser yang keren, tapi keselamatan iPhone kesayangan tetap harus jadi prioritas utama. Daripada harus keluar biaya jutaan buat servis kamera, lebih baik simpan dulu HP-mu saat lampu laser mulai beraksi dan nikmati momennya langsung dengan mata kepala sendiri.

(Respatih)

TEMANISHA.COM